×

Pencarian

SMKN 1 Rejang Lebong Jadi Pionir, Lulusan SMK Bengkulu Dipersiapkan Go Global ke Jerman

Rejang Lebong - Program Mendunia di Jerman sekaligus peluncuran program Lulusan SMK Go Global mulai membuka peluang lebih luas bagi lulusan sekolah menengah kejuruan di Provinsi Bengkulu untuk menembus dunia kerja internasional.

Program tersebut telah berjalan di Bengkulu sejak 2019. SMKN 1 Rejang Lebong menjadi salah satu inisiator awal program di tingkat Provinsi Bengkulu.

Hingga kini, sekitar 30 lulusan SMKN 1 Rejang Lebong tercatat sedang mempersiapkan diri dengan belajar bahasa Jerman. Pembelajaran dilakukan di Curup maupun Bandung.

Dari jumlah tersebut, lima orang telah berhasil bekerja di Jerman melalui program Ausbildung, yakni jalur pendidikan dan pelatihan vokasi yang menggabungkan pembelajaran dengan praktik kerja.

Kepala SMKN 1 Rejang Lebong, Dr. Asep Supratman, M.Pd., mengatakan sekolah juga telah menyiapkan pembelajaran bahasa Jerman sejak siswa memasuki kelas X. SMKN 1 Rejang Lebong bahkan telah memiliki kelas industri Jerman sebagai bagian dari persiapan siswa menuju dunia kerja global.

"Ke depan, bahasa Jerman juga direncanakan menjadi salah satu mata pelajaran pilihan bagi siswa kelas XII," beber Asep.

Program ini dilaksanakan melalui kerja sama SMKN 1 Rejang Lebong dengan PT Cahaya Pendidikan International di Bandung. Namun, siswa yang ingin mengikuti program tersebut harus memenuhi persyaratan kemampuan bahasa Jerman. Salah satunya wajib lulus bahasa Jerman level I.

"Saat ini, tercatat tujuh peserta telah mencapai level I. Sementara 12 peserta lainnya berada pada level A2, sedangkan peserta lainnya masih berada pada level A1," terangnya.

Menurut Asep, pembekalan bahasa sejak bangku sekolah menjadi bagian penting untuk mempersiapkan siswa menghadapi peluang pendidikan dan pekerjaan di Jerman.

Program Lulusan SMK Go Global diharapkan dapat memperluas pilihan karier lulusan SMK, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga ke pasar kerja internasional.

"Kita berharap dengan pembelajaran bahasa Jerman yang dimulai sejak kelas X, siswa memiliki waktu lebih panjang untuk mempersiapkan kemampuan bahasa, keterampilan vokasi, sekaligus persyaratan yang dibutuhkan sebelum melanjutkan ke Jerman," pungkas Asep. (**)