×

Pencarian

Wali Kota Bengkulu: Kedatangan BPD Se-Indonesia Jadi Momentum Promosi Wisata dan Ekonomi Daerah

BENGKULU — Kedatangan para pimpinan dan delegasi Bank Pembangunan Daerah (BPD) dari seluruh Indonesia dalam rangka Undian Nasional Tabungan Simpeda XXXVII Tahun 2026 menjadi momentum strategis bagi Kota Bengkulu untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

Kegiatan nasional yang digelar oleh Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) dengan Bank Bengkulu sebagai tuan rumah tersebut menghadirkan jajaran direksi dan delegasi BPD dari berbagai provinsi di Indonesia.

Pemerintah Kota Bengkulu memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkenalkan berbagai potensi daerah, mulai dari sektor pariwisata, sejarah, kuliner, hingga ekonomi kreatif kepada para tamu nasional yang hadir.

Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi mengatakan, kehadiran ratusan peserta dari berbagai daerah memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal karena terjadi perputaran ekonomi selama kegiatan berlangsung.

"Alhamdulillah, banyak sekali yang hadir ke Kota Bengkulu di acara ini. Mereka akan menginap di hotel, berbelanja, sehingga uang berputar dan memberikan dampak bagi masyarakat," ujar Dedy saat menghadiri Gala Dinner Malam Pesona Bumi Merah Putih di Benteng Marlborough, Kamis malam (20/8/2026).

Menurut Dedy, kegiatan berskala nasional yang digelar di Bengkulu memberikan manfaat bagi berbagai sektor, mulai dari perhotelan, restoran, transportasi, pusat oleh-oleh, UMKM, hingga pelaku usaha kecil.

Karena itu, Pemerintah Kota Bengkulu berkomitmen untuk terus menghadirkan lebih banyak agenda nasional agar semakin banyak masyarakat yang merasakan dampak ekonomi dari kegiatan tersebut.

"Memang kita akan perbanyak event-event nasional di Kota Bengkulu," tegasnya.

Benteng Marlborough Jadi Media Promosi Wisata Bengkulu

Dedy menilai kegiatan Asbanda menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan Bengkulu secara langsung kepada para pimpinan BPD yang memiliki jaringan luas di seluruh Indonesia.

Selain mengikuti agenda resmi, para delegasi juga diajak menikmati destinasi wisata dan situs sejarah yang menjadi identitas Kota Bengkulu.

Salah satunya melalui pelaksanaan Gala Dinner Malam Pesona Bumi Merah Putih yang digelar di Benteng Marlborough.

Menurut Dedy, pemilihan lokasi tersebut bukan tanpa alasan. Benteng Marlborough dipilih agar para tamu mendapatkan pengalaman berbeda selama berada di Bengkulu.

"Kalau di hotel sudah biasa. Para direktur ini sudah terbiasa dengan hotel bintang lima, bahkan hotel luar negeri. Kami ingin memberikan pengalaman yang berbeda," ujarnya.

Ia berharap pengalaman makan malam di situs bersejarah tersebut menjadi kesan tersendiri bagi para tamu.

"Kami ingin membuat kesan. Gala dinner di tempat yang ratusan tahun didirikan oleh Inggris. Ini adalah benteng terbesar di Asia Tenggara," kata Dedy.

Bengkulu Perkuat Branding Bumi Merah Putih

Selain Benteng Marlborough, Pemerintah Kota Bengkulu juga terus memperkuat branding pariwisata melalui konsep Bumi Merah Putih.

Dedy menjelaskan, konsep tersebut mengangkat sejarah Bengkulu yang memiliki hubungan erat dengan perjalanan bangsa Indonesia, khususnya melalui sosok Fatmawati Soekarno, putri Bengkulu yang dikenal sebagai Ibu Negara pertama Republik Indonesia dan tokoh yang menjahit Sang Saka Merah Putih.

"Dulu Kota Bengkulu dikenal dengan Bumi Rafflesia, sekarang kami rebranding menjadi Bumi Merah Putih," jelas Dedy.

Menurutnya, identitas tersebut diharapkan mampu menjadi daya tarik baru bagi wisatawan sekaligus memperkuat posisi Bengkulu sebagai daerah yang memiliki nilai sejarah nasional.

Pertama Kali Asbanda Digelar di Bengkulu

Rangkaian kegiatan Asbanda di Bengkulu masih berlanjut dengan agenda Undian Nasional Tabungan Simpeda XXXVII Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung Jumat (21/8/2026).

Dedy menyebut pelaksanaan kegiatan tersebut menjadi sejarah tersendiri karena untuk pertama kalinya agenda Asbanda digelar di Provinsi Bengkulu.

"Besok juga ada undian Simpeda tingkat nasional dan itu pertama kali sejak kegiatan Asbanda ini ada di Bengkulu," ungkapnya.

Ia berharap momentum tersebut tidak berhenti setelah para delegasi kembali ke daerah masing-masing. Pengalaman positif selama berada di Bengkulu diharapkan dapat menjadi cerita yang membawa peluang kunjungan maupun kegiatan nasional lainnya.

Bagi Kota Bengkulu, kehadiran BPD se-Indonesia bukan hanya menjadi ajang menjadi tuan rumah, tetapi juga peluang memperkenalkan Bengkulu sebagai destinasi Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE) yang memiliki kekayaan sejarah, budaya, dan potensi wisata.

Melalui semakin banyaknya kegiatan nasional yang digelar, Pemerintah Kota Bengkulu berharap roda perekonomian daerah semakin bergerak dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. (adv)