BENGKULU — Tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Provinsi Bengkulu mulai memberikan tekanan terhadap pembayaran santunan PT Jasa Raharja. Hingga tahun 2026, nilai santunan yang disalurkan perusahaan tercatat meningkat lebih dari 100 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Kondisi tersebut sekaligus menjadi sinyal serius bahwa keselamatan pengguna jalan di Bengkulu masih perlu mendapat perhatian lebih besar.
Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja Bengkulu, Cynthia Eveline Jonathans, S.S., M.M., mengatakan peningkatan kasus kecelakaan berbanding lurus dengan kenaikan pembayaran santunan yang harus ditanggung perusahaan.
Hal itu disampaikannya di sela kegiatan Sadar Lalu Lintas Usia Dini (SALUD) yang digelar Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas III Bengkulu, Selasa (15/9/2026).
Menurut Cynthia, lonjakan pembayaran santunan tersebut turut memengaruhi kondisi keuangan Jasa Raharja Bengkulu. Ia menyebut perusahaan mencatat kerugian sekitar Rp2 miliar akibat meningkatnya pembayaran santunan.
“Ini tentunya berdampak. Kita lihat kerugian dalam hal ini artinya tingkat pembayaran santunan yang meningkat,” ujar Cynthia.
Ia menjelaskan, meningkatnya pembayaran santunan tidak dapat dilepaskan dari masih tingginya kasus kecelakaan lalu lintas di Bengkulu. Karena itu, Jasa Raharja tidak ingin hanya hadir ketika kecelakaan sudah terjadi.
Perusahaan juga memperkuat langkah pencegahan atau preventif dengan menggandeng pemerintah, aparat, lembaga terkait, hingga masyarakat.
“Jasa Raharja tentunya mempunyai tugas memberikan perlindungan. Sehingga kita perlu hadir bukan hanya pada saat kecelakaan, tetapi juga melakukan tindakan preventif,” jelasnya.
Santunan Naik Lebih dari 100 Persen
Cynthia mengungkapkan, tren pembayaran santunan Jasa Raharja di Provinsi Bengkulu mengalami peningkatan yang cukup tajam.
Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, kenaikan pembayaran santunan tersebut bahkan telah menembus angka lebih dari 100 persen.
“Kalau dibandingkan tahun sebelumnya mengalami peningkatan, lebih dari 100 persen,” ungkapnya.
Dari berbagai kasus kecelakaan yang ditangani, klaim santunan paling banyak berkaitan dengan kecelakaan yang melibatkan sepeda motor.
Dominasi kendaraan roda dua dalam kasus kecelakaan menjadi perhatian tersendiri. Sepeda motor merupakan salah satu moda transportasi yang paling banyak digunakan masyarakat Bengkulu, namun di sisi lain juga memiliki tingkat kerentanan tinggi ketika terjadi kecelakaan.
Jasa Raharja Perkuat Pencegahan Kecelakaan
Untuk menekan angka kecelakaan, Jasa Raharja terus mendorong edukasi keselamatan lalu lintas kepada masyarakat. Upaya tersebut dilakukan bersama berbagai pemangku kepentingan, termasuk melalui kegiatan edukasi sejak usia dini.
Cynthia menilai pencegahan harus menjadi tanggung jawab bersama. Keselamatan di jalan tidak hanya bergantung pada pemerintah atau aparat, tetapi juga pada kedisiplinan setiap pengguna jalan.
“Kita sama-sama melakukan tindakan preventif, artinya mengajak seluruh masyarakat di Provinsi Bengkulu supaya sadar tertib berlalu lintas sehingga bisa menurunkan angka kecelakaan,” pungkas Cynthia.
