IKOBENGKULU — Harga kopi bubuk mengalami kenaikan Rp10 ribu per kilogram di Pasar Panorama, Kota Bengkulu, pada bulan ini. Harga yang sebelumnya Rp120 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp130 ribu per kilogram.
Netra (35), pedagang kopi bubuk di Pasar Panorama, mengatakan kenaikan harga terjadi karena saat ini belum memasuki musim kopi. Menurutnya, harga kopi biasanya kembali turun ketika musim panen tiba.
“Kenaikannya baru bulan ini, sebelumnya stabil. Mungkin karena belum musim kopi. Kalau sudah masuk musim panen, biasanya harga turun lagi,” kata Netra.
Netra mengatakan kopi bubuk yang dijualnya diperoleh dari Gudang Kopi Sebakul. Ia telah berjualan di kios tersebut sejak tahun 2000 dan saat ini usahanya telah dilanjutkan oleh generasi kedua.
Menurut Netra, kenaikan harga kopi bubuk tidak terlalu memengaruhi minat masyarakat untuk membeli karena kopi masih menjadi kebutuhan yang tetap dibeli. Namun, pembeli cenderung mengurangi jumlah pembelian.
“Kalau harga kopi naik, pembeli tetap beli karena kopi itu kebutuhan. Cuma kalau biasanya beli satu kilogram, sekarang jadi setengah kilogram,” ujarnya saat di wawancarai selasa (4 /8/ 26)
Untuk penjualan eceran, kopi bubuk dijual dengan harga mulai dari Rp6 ribu untuk ukuran setengah ons hingga Rp13 ribu untuk ukuran satu ons.
Kenaikan harga tersebut turut berdampak pada omzet penjualan Netra. Meski pembeli masih tetap membeli kopi bubuk, jumlah pembelian yang berkurang membuat omzetnya ikut menurun.
Netra berharap harga kopi bubuk tidak terus mengalami kenaikan dan dapat kembali stabil agar tetap terjangkau bagi pedagang maupun pembeli.
“Harapannya kalau bisa kopi jangan naik terus, biarlah standar. Kalau naik seperti ini, omzet juga turun,” katanya.
Penulis:Shabrina Putri

