BENGKULU — KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin menyatakan akan mendorong desentralisasi kebijakan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama agar program, sumber daya, dan pengambilan keputusan organisasi lebih banyak menjangkau daerah.
Gagasan tersebut disampaikan Gus Rozin dalam pertemuan bersama Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Bengkulu serta jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama se-Provinsi Bengkulu, Minggu (2/8/2026) di Hotel Mercure Bengkulu.
Menurut Gus Rozin, kebijakan PBNU selama ini perlu lebih kuat diarahkan untuk menjawab kebutuhan warga dan struktur organisasi di luar Pulau Jawa.
“Kebijakan di tingkat PBNU harus mengalir ke daerah, terutama ke luar Jawa,” ujar Gus Rozin.
Ia menilai, desentralisasi bukan sekadar membagi program dari pusat kepada daerah. Struktur NU di tingkat wilayah dan cabang juga perlu diberikan ruang yang lebih luas untuk menyusun kebijakan berdasarkan kebutuhan masyarakat setempat.

Dengan langkah tersebut, PWNU dan PCNU tidak hanya menjadi pelaksana keputusan pusat, tetapi juga menjadi penggerak utama pengembangan organisasi di daerah.
Perkuat pendidikan, kesehatan, dan ekonomi umat
Gus Rozin mengatakan, pemerataan kebijakan PBNU dapat diwujudkan melalui pengembangan lembaga pendidikan, fasilitas kesehatan, pesantren, serta pusat-pusat ekonomi umat di berbagai daerah.
Menurut dia, manfaat keberadaan NU harus dirasakan secara langsung oleh masyarakat hingga tingkat paling bawah.
“Kita ingin NU ini bermanfaat sampai ke level terkecil. Perguruan tingginya bermanfaat, rumah sakitnya bermanfaat, dan pesantrennya benar-benar bermanfaat,” katanya.
Penguatan lembaga-lembaga tersebut dinilai penting agar NU tidak hanya besar secara struktur dan jumlah anggota, tetapi juga mampu memberikan pelayanan nyata kepada warga.
Gus Rozin juga menekankan pentingnya kemandirian ekonomi organisasi dan warga NU. Kemandirian itu diperlukan agar program-program NU di daerah tidak selalu bergantung pada kebijakan maupun bantuan dari pemerintah pusat.
Apresiasi perkembangan NU Bengkulu
Dalam kunjungannya, Gus Rozin mengapresiasi perkembangan NU di Bengkulu. Meski jumlah PCNU di provinsi tersebut sekitar 10 cabang, ia menilai koordinasi dan soliditas antarpengurus berjalan baik.
Ia juga menyoroti pertumbuhan pesantren di Bengkulu yang dinilai menunjukkan adanya perkembangan positif dalam bidang pendidikan keagamaan.
Menurut Gus Rozin, kondisi tersebut dapat menjadi modal bagi NU Bengkulu untuk mengembangkan program pendidikan, sosial, kesehatan, dan ekonomi secara lebih mandiri.
“Saya malam ini bersilaturahim dengan PWNU Bengkulu. Alhamdulillah, semua ketua dan pengurus harian PCNU se-Bengkulu hadir secara langsung,” ujarnya.
Pertemuan tersebut juga dimanfaatkan untuk membicarakan arah NU menjelang Muktamar Ke-35 yang direncanakan berlangsung di Jombang, Jawa Timur.
Tiga agenda penguatan NU
Selain desentralisasi kebijakan, Gus Rozin menawarkan tiga agenda utama penguatan NU, yakni berdaulat, bermartabat, dan bermanfaat.
Berdaulat berarti NU harus memiliki kemandirian dalam menentukan arah organisasi, termasuk dalam menjalankan fungsi sebagai kekuatan masyarakat sipil.
“Berdaulat itu artinya NU harus berdaulat, bahkan terhadap dirinya sendiri,” kata Gus Rozin.
Ia menyebut NU perlu menjadi sahabat kritis pemerintah atau shadiqul hukumah. Posisi tersebut diwujudkan dengan mendukung kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, sekaligus memberikan koreksi apabila terdapat kebijakan yang dinilai tidak tepat.
Adapun bermartabat diwujudkan melalui penguatan ukhuwah nahdliyah atau persaudaraan antarsesama warga NU.
Gus Rozin menilai penguatan persaudaraan internal penting untuk mengatasi polarisasi dan perbedaan pendapat yang terjadi di tubuh NU.
“Yang pertama tentu keprihatinan atas polarisasi dan perbedaan pendapat yang terjadi di tubuh Nahdlatul Ulama saat ini,” tuturnya.
Ia menawarkan pendekatan jalan tengah agar pihak-pihak yang berbeda pandangan dapat kembali berdialog dan mencari titik temu.
Sementara itu, agenda bermanfaat diarahkan agar seluruh lembaga dan program NU memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Melalui desentralisasi kebijakan dan penguatan kapasitas daerah, Gus Rozin berharap NU dapat tumbuh sebagai organisasi yang mandiri, solid, dan mampu menjawab kebutuhan warga hingga ke tingkat akar rumput. ***

