IKOBENGKULU - Di tengah kondisi Pasar Barukoto yang berada di Kelurahan Malabero, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu, yang sepi pengunjung, sejumlah pedagang tetap memilih bertahan. Meski aktivitas jual beli tidak lagi seramai beberapa tahun lalu, mereka enggan berpindah ke pasar lain karena telah berjualan sejak lama di pasar tersebut.
Salah seorang pedagang telur dan kerupuk, Elida (60), mengaku telah berjualan di Pasar Barukoto selama kurang lebih 20 tahun. Ia meneruskan usaha yang sebelumnya telah dirintis oleh sang ayah dan memilih tetap berjualan di pasar tersebut karena sudah menjadi bagian dari kehidupannya. Selain itu, tempat tinggalnya yang berada di sekitar pasar membuatnya semakin mantap untuk tetap bertahan.
"Saya dari dulu di sini, meneruskan jualan bapak. Jadi ya tetap di sini saja, semoga Pasar Barukoto bisa ramai lagi seperti dulu," ujarnya saat diwawancarai Kamis (30/7/26).
Menurut Elida, penurunan pembeli mulai terasa setelah Hari Raya Idulfitri. Meski sempat mengalami peningkatan penjualan saat Lebaran, kondisi kembali menurun pada hari-hari biasa. Omzet hariannya rata-rata mencapai Rp1 juta, sedangkan pada kondisi paling ramai dapat menyentuh sekitar Rp1,5 juta. Sabtu dan Minggu menjadi hari dengan jumlah pembeli paling banyak, meski keramaiannya masih jauh berbeda dibandingkan pasar lain di Kota Bengkulu. Ia menilai, dahulu Pasar Barukoto pernah menjadi pusat aktivitas belanja karena jumlah pasar di Kota Bengkulu belum sebanyak sekarang.
Kondisi serupa juga dirasakan Eka (43), pedagang sembako yang telah berjualan di Pasar Barukoto selama sekitar 15 tahun. Meski pasar semakin sepi, ia tetap memilih bertahan karena sudah terbiasa berjualan di lokasi tersebut dan telah memiliki pelanggan tetap.
Eka mengatakan penjualannya kini sangat bergantung pada pelanggan tetap. Jika tidak ada pelanggan tetap yang datang, dagangannya cenderung sepi. Omzet yang diperoleh pun tidak menentu karena mengikuti jumlah pembeli setiap harinya. Untuk menyewa lapak, ia membayar biaya sebesar Rp200 ribu setiap bulan.
"Yang bikin masih bertahan ya karena sudah lama di sini. Harapannya semoga semakin banyak masyarakat yang datang, supaya Pasar Barukoto bisa ramai lagi," kata Eka.
Meski dihadapkan pada kondisi pasar yang semakin lengang, para pedagang memilih tetap bertahan. Bagi mereka, Pasar Barukoto bukan hanya tempat mencari nafkah, tetapi juga bagian dari perjalanan hidup yang telah dijalani selama bertahun-tahun. Mereka berharap pasar tersebut dapat kembali menjadi tujuan utama masyarakat untuk berbelanja sehingga aktivitas perdagangan kembali ramai seperti sebelumnya.
Penulis: Fiza Pratisya Zuinara

