Bengkulu,IKOBENGKULU.COM,–Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu terus memperkuat kualitas pengelolaan alat dan obat kontrasepsi (Alokon) melalui kolaborasi dengan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Bengkulu. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan edukasi bagi para pengelola instalasi farmasi guna meningkatkan tata kelola Alokon yang aman, bermutu, dan sesuai standar.
Kegiatan ini diikuti pengelola instalasi farmasi, tenaga kefarmasian, serta petugas pengelola Alokon di lingkungan fasilitas pelayanan kesehatan dan KB. Edukasi difokuskan pada penerapan cara penyimpanan yang baik, pengawasan mutu, pencatatan dan pelaporan, serta pencatatan permintaan dan distribusi Alokon sesuai ketentuan yang berlaku.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid, mengatakan ketersediaan Alokon yang berkualitas merupakan faktor penting dalam mendukung keberhasilan pelayanan keluarga berencana. Karena itu, pengelolaan Alokon harus dilakukan secara profesional agar mutu produk tetap terjaga hingga diterima oleh akseptor yang mendapatkan manfaat bagi kesehatan masyarakat," ujarnya kepada pewarta diselah workshop edukasi dan simulasi pemasangan implan KB di Bengkulu,Kamis,(30/7/2026).
Dikatakan dr. Zamhir, instalasi farmasi tempat penyimpanan alokon BKKBN terdapat di sejumlah daerah kabupaten dan kota di Bengkulu. Semua itu perlu mendapat pengetahuan tentang standar penyimpanan obat," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Balai POM di Bengkulu Kodon Tarigan,S.Si., Apt menegaskan bahwa setiap instalasi farmasi harus memiliki tenaga pengawas yang kompeten untuk memastikan seluruh proses pengelolaan sediaan farmasi, termasuk Alokon, memenuhi standar mutu, keamanan, dan manfaat. Pengawasan yang baik akan meminimalkan risiko kerusakan produk akibat penyimpanan maupun distribusi yang tidak sesuai prosedur.
Melalui sinergi BKKBN Bengkulu dan BPOM, diharapkan kapasitas pengelola instalasi farmasi semakin meningkat sehingga pelayanan kontrasepsi kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal, aman, dan berkualitas. Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung keberhasilan Program Bangga Kencana dalam mewujudkan keluarga yang sehat, berkualitas, ," kata Tarigan.
Dia menyebutkan, pengawasan terhadap instalasi farmasi BKKBN telah dilakukan baik di tingkat provinsi maupun di daerah kabupaten dan kota. " Pengawasan di instalasi BKKBN telah dilakukan di provinsi dan sebagian daerah kabupaten, nanti hasil pengawasan akan ditindak lanjuti sebagai pembinaan."
Dia mengajak pemerintah daerah untuk meningkatkan perhatian terhadap instalasi di daerah yang masih memerlukan sarana dan prasarana yang memadai serta tenaga pengawasan. Dengan terpenuhinya hal tersebut maka kualitas obat farmasi dapat bermutu, dan mengurangi rusaknya alokon," ujar Tarigan.(***)
