IKOBENGKULU — Kawasan Kampung Cina di Kota Bengkulu kini kian sepi dibandingkan kondisi sebelumnya. Berkurangnya jumlah penduduk dan aktivitas masyarakat membuat kawasan tersebut tidak lagi seramai dulu.
Bambang (64), warga yang sejak lahir tinggal di Kampung Cina, mengatakan perubahan kawasan tersebut sangat terasa. Dahulu, Kampung Cina menjadi pusat pemerintahan dan perdagangan. Banyak toko, gudang, serta pelabuhan berada di kawasan tersebut.
“Perbedaannya sangat jauh dulu dengan sekarang. Dulu di sini pusat pemerintahan, ada toko, gudang, dan pelabuhan. Sekarang sudah sangat sepi,” ujar Bambang saat diwawancarai rabu (22/07/2026)
Menurut Bambang, sejak sekitar 2010 jumlah penduduk di kawasan tersebut mulai berkurang. Banyak warga pindah mengikuti anak-anak mereka ke luar kota. Sejumlah ruko juga sudah dijual, sementara beberapa bangunan lainnya beralih menjadi tempat usaha sarang burung walet.
Kondisi serupa juga disampaikan Kamaludin, penjaga Vihara Bhummi Bengkulu yang telah bertugas selama enam bulan. Ia mengatakan kawasan Kampung Cina biasanya ramai saat perayaan hari besar Tionghoa karena adanya kegiatan di vihara.
Kamaludin berharap Pemerintah Kota Bengkulu dapat menata kembali kawasan Kampung Cina agar lebih menarik dan ramai dikunjungi masyarakat.
“Harapannya pemerintah bisa menata kembali Kampung Cina ini, bagaimana caranya supaya bisa ramai lagi dan menarik orang untuk datang ke sini,” ujar Kamaludin.
Penulis:Shabrina Putri zakirah

