IKOBENGKULU — Zayid (34) telah berjualan berbagai perlengkapan ibadah di pelataran Masjid Raya Baitul Izzah selama kurang lebih 10 tahun. Ia menjual peci, sarung, parfum, dan tasbih yang diperoleh dari distributor.
Ide berjualan perlengkapan ibadah muncul setelah Zayid melihat adanya peluang usaha sekaligus kebutuhan jemaah terhadap barang-barang tersebut. Ia menilai pelataran masjid menjadi lokasi yang cukup strategis karena banyak jemaah yang datang untuk beribadah.
Zayid mulai membuka lapaknya sekitar pukul 11.30 WIB hingga waktu Ashar. Pembelinya berasal dari berbagai daerah, seperti Manna dan Mukomuko, serta jemaah yang singgah untuk melaksanakan salat di Masjid Raya Baitul Izzah. Peci menjadi salah satu barang yang banyak diminati pembeli, dengan harga yang dijual mulai sekitar Rp25 ribu hingga Rp100 ribu.
“Kalau omzet paling banyak Rp300 ribu, kalau hari biasa kadang cuma Rp50 ribu,” ujar Zayid saat diwawancarai pada Kamis (23/7/2026).
Menurutnya, pembeli biasanya lebih ramai pada hari Jumat ketika jumlah jemaah meningkat. Sementara itu, penjualan saat Ramadan dan Lebaran yang sebelumnya ramai kini tidak seramai tahun-tahun sebelumnya.
Salah seorang pembeli, Fadhil (22), mengatakan dirinya sedang mencari peci dan tertarik membeli di lapak tersebut karena model yang tersedia cukup menarik dengan harga yang terjangkau.
Zayid mengatakan dirinya tidak dikenakan biaya untuk berjualan di pelataran masjid. Ia memilih pekerjaan tersebut karena lebih fleksibel dan dapat menyesuaikan waktu berjualan dengan aktivitas lainnya. Meski memiliki pilihan pekerjaan lain, Zayid tetap bertahan berjualan karena sudah menjalani pekerjaan tersebut selama kurang lebih 10 tahun.
Penulis: Shabrina Putri Zakirah

