IKOBENGKULU - Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Provinsi Bengkulu resmi menggelar acara open house sekaligus pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) terintegrasi untuk tahun ajaran 2026/2027 pada Senin (20/7/2026). Momentum ini menandai tahun kedua pelaksanaan MPLS yang kini telah resmi menempati fasilitas gedung sekolah permanen.
Program satu atap yang diinisiasi langsung oleh Presiden Prabowo Subianto ini dirancang khusus sebagai langkah strategis dalam mengurangi angka kemiskinan melalui jalur pendidikan. Berdiri di atas lahan seluas 6 hektar milik Pemerintah Provinsi Bengkulu, sekolah terintegrasi ini menampung 262 peserta didik kurang mampu dari berbagai kabupaten dan kota, dengan rincian 52 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 120 siswa SMA.
Kepala Sekolah Rakyat Taruna 3 Bengkulu, Yuliarma Yenni, dalam kata sambutannya menegaskan visi mulia di balik pendirian sekolah ini sebagai solusi konkret bagi keluarga prasejahtera.
"Sekolah ini dirancang untuk mampu mengangkat derajat orang tua. Harapan besar dari Bapak Prabowo Subianto adalah agar anak-anak yang tidak mampu tetap bisa mengenyam pendidikan yang layak dan berkualitas tanpa terkendala biaya," ujar Yuliarma Yenni.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Sentra Dharma Guna, Hari Setiadi, yang hadir mewakili Kementerian Sosial, menyampaikan dalam sambutannya di depan umum bahwa kehadiran fasilitas permanen ini merupakan wujud nyata amanah besar dari Presiden. Proyek ini masuk dalam periode pertama pembangunan 93 titik sekolah serupa di tingkat nasional dengan prioritas utama pada aspek keamanan dan kenyamanan peserta didik.
"Pembangunan ini adalah amanah besar dari Presiden Prabowo Subianto untuk membangun karakter, disiplin, semangat gotong royong, serta nilai-nilai kebaikan pada generasi muda. Kami dari Kementerian Sosial melalui Sentra Dharma Guna akan selalu dan terus membangun Sekolah Rakyat," tegas Hari Setiadi.
Rasa syukur dan kebanggaan yang mendalam turut dirasakan oleh para orang tua murid. Salah satunya diungkapkan oleh Agus Gustian (42), warga asli Kabupaten Seluma, yang anaknya berhasil masuk dan terdaftar di sekolah tersebut melalui basis data pemerintah pusat.
"Peresmian sekolah rakyat hari ini sangat membanggakan dan bagus sekali. Ini sangat membantu warga yang memang membutuhkan. Sudah menjadi harapan kami agar anak kami bisa masuk ke sekolah yang lebih bagus seperti ini. Kami mendapat informasi pendaftarannya langsung dari pusat, karena anak saya memang sudah terdaftar dari pusat," ungkap Agus.
Sementara itu, Gubernur Bengkulu memberikan apresiasi luar biasa atas perhatian besar pemerintah pusat terhadap kemajuan pendidikan di daerahnya dalam sesi wawancara bersama awak media seusai acara.
"Bengkulu ini begitu spesial karena kita mendapatkan dua Sekolah Rakyat, hari ini di Kota Bengkulu dan Senin depan insyaallah di Kaur. Begitupun dengan Sekolah Garuda, total anggaran yang kita dapatkan kurang lebih Rp1 triliun. Sehingga jika ada efisiensi anggaran negara, inilah bentuk nyata efisiensinya," ungkap Gubernur Bengkulu.
Gubernur Bengkulu juga menitipkan pesan mendalam kepada pihak sekolah dan wali murid agar dapat berkolaborasi dengan baik demi masa depan anak-anak, sekaligus mengajak masyarakat menjaga jalannya program ini.
"Kita betul-betul bersyukur masyarakat mendapatkan kesempatan pendidikan yang berkualitas internasional. Kami titip kepada kepala sekolah, seluruh guru, dan orang tua wali murid, yuk sama-sama kita kolaborasi menyekolahkan anak-anak kita. Insyaallah mereka akan lahir menjadi putra-putri Merah Putih terbaik. Pembangunannya sudah sangat bagus, tentu kalau ada kekurangan mari kita perbaiki bersama-sama, jangan sedikit-sedikit menyalahkan Presiden. Programnya sudah ada, tinggal kita kawal pembangunannya," pungkas Gubernur Bengkulu.
Acara yang terselenggara atas kerja sama solid segenap panitia dan dukungan Sentra Dharma Guna ini resmi menandai dimulainya kegiatan belajar mengajar SRT 3 Bengkulu tahun ajaran 2026/2027 yang berjalan dengan tertib dan optimal.
Penulis:Shabrina Putri Zakirah

