MAJE – Pemerintah Desa Tanjung Baru berkomitmen menjadikan kebudayaan sebagai motor penggerak utama sektor pariwisata. Komitmen ini diwujudkan melalui pagelaran adat dan kesenian tradisional yang digelar sebagai sarana promosi destinasi wisata baru, Rawa Binting, pada momen libur awal tahun, Kamis (1/1/2026).
Hadir dalam acara tersebut, Wakil Bupati Kaur, Abdul Hamid, S.Pd.I., memberikan apresiasi atas kreativitas pemerintah desa. Menurutnya, perpaduan antara kearifan lokal dan pengelolaan potensi alam adalah strategi jitu dalam membangun ekonomi desa.
"Budaya lokal adalah kekuatan besar yang dimiliki desa. Jika dikelola dan dikemas dengan baik, budaya tidak hanya menjadi warisan, tetapi juga mampu menjadi daya tarik wisata yang mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat," ujar Wabup Abdul Hamid.
Wabup secara khusus menyoroti keunikan Rawa Binting yang menawarkan paket wisata alam lengkap dalam satu kawasan; mulai dari panorama pantai, danau yang tenang, hingga rimbunnya hutan cemara. Kehadiran "Jembatan Pelangi" kini juga menjadi ikon baru yang menarik minat wisatawan untuk berswafoto.
Sementara itu, Kepala Desa Tanjung Baru, Hendra Oswari, SH, menegaskan bahwa pagelaran adat ini merupakan upaya desa agar identitas budaya tetap hidup di tengah arus modernisasi.
"Kami ingin memperkenalkan Wisata Rawa Binting sebagai destinasi baru yang diharapkan dapat meningkatkan perekonomian warga. Pengembangan ini kami lakukan secara bertahap dengan melibatkan peran aktif masyarakat serta tetap menjaga kelestarian lingkungan," ungkap Hendra.
Acara yang berlangsung meriah tersebut juga dihadiri oleh Wakapolres Kaur Kompol Yosril Radiasyah, SH, MH, perangkat desa, tokoh adat, serta masyarakat yang antusias menyaksikan pertunjukan seni di tengah keindahan alam Rawa Binting.***
