BENGKULU – Ajang International Conference on Social and Political Science (ICSOPOLIS) 2026 yang digelar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bengkulu (FISIP Unib) menghasilkan sejumlah presenter terbaik. Penghargaan Best Presenter diumumkan setelah pelaksanaan 14 sesi presentasi paralel secara daring melalui Zoom Meeting, Selasa (27/10/2026).
Sebanyak 105 presentasi ilmiah tercatat dalam kegiatan tersebut. Para akademisi memaparkan hasil penelitian dari enam bidang keilmuan, mulai dari kesejahteraan sosial, administrasi publik, sosiologi, ilmu komunikasi, jurnalistik, hingga ilmu perpustakaan dan informasi.
Wakil Dekan Bidang Akademik FISIP Universitas Bengkulu, Dr. Sri Putri Permata, S.Sos., M.Kes., menjadi narasumber terkait penyelenggaraan konferensi internasional yang mengusung tema "Challenges and Opportunities in Society 5.0" tersebut.

Sri Putri Permata menekankan pentingnya forum ilmiah internasional untuk meningkatkan kualitas penelitian dan memperluas kolaborasi akademik.
“ICSOPOLIS 2026 bukan hanya menjadi ruang bagi akademisi untuk mempresentasikan hasil penelitian, tetapi juga menjadi wadah pertukaran gagasan, penguatan jejaring keilmuan, dan pengembangan kolaborasi penelitian lintas institusi maupun negara,” ujarnya.
Menurutnya, pelaksanaan sesi paralel memberikan kesempatan kepada para akademisi untuk memperoleh masukan dari pakar sekaligus mengembangkan penelitian yang relevan dengan persoalan masyarakat.
Presenter Terbaik dari Enam Bidang Keilmuan
Berdasarkan data yang dirilis panitia, penghargaan Best Presenter diberikan kepada peserta terpilih dari masing-masing ruang presentasi.
Pada bidang Kesejahteraan Sosial (Social Welfare), penghargaan diraih Admi Lidya Sari.
Sementara itu, bidang Administrasi Publik (Public Administration) menetapkan tiga presenter terbaik, yakni Firdaus/Fariz, Muhammad Arby Hariawan, dan Wisnu Aji Dewantoro.
Untuk bidang Sosiologi (Sociology), penghargaan diberikan kepada Nazrina Zuryani dan Ni Putu Sri Pratiwi.
Pada bidang Ilmu Komunikasi (Communication Science), presenter terbaik meliputi Dr. Yusrita Mohd Yusoff, Meranti Hasbiran, dan Zawar Hussain Khoso.
Khusus Communication Science Room 4, panitia mencantumkan tiga nama penerima penghargaan, yakni Ogi Anugra, Rasianna Br Saragih, dan Eka Vuspa Sari.
Adapun pada bidang Jurnalistik (Journalism), penghargaan diraih Dr. Rachmi Kurnia Siregar, M.I.Kom., Yogi Pratama, serta Melky Maharani.
Sementara itu, Labuda Mad-A-Dam ditetapkan sebagai presenter terbaik pada bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi (Library and Information Science).
Pemberian penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap kontribusi para akademisi dalam menyampaikan hasil penelitian di forum internasional.
“Penghargaan Best Presenter diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para akademisi untuk terus meningkatkan kualitas penelitian, memperkuat argumentasi ilmiah, serta mengembangkan kemampuan komunikasi akademik di tingkat internasional,” demikian draf pernyataan lanjutan Sri Putri yang juga memerlukan konfirmasi.
Sebanyak 105 Presentasi Ilmiah
Pelaksanaan sesi paralel ICSOPOLIS 2026 berlangsung melalui 14 ruang yang dibagi berdasarkan disiplin ilmu.
Bidang Kesejahteraan Sosial menempati satu ruang, Administrasi Publik tiga ruang, Sosiologi dua ruang, Ilmu Komunikasi empat ruang, Jurnalistik tiga ruang, serta Ilmu Perpustakaan dan Informasi satu ruang.
Berdasarkan laporan moderator, tercatat 105 presentasi pada seluruh ruang, termasuk dua presentasi melalui rekaman video pada Communication Science Room 2.
Sementara itu, data formulir kehadiran yang dihimpun panitia hingga pukul 12.05 WIB menunjukkan 138 entri kehadiran. Jumlah tersebut mencakup presenter, peserta, moderator, pakar, dan tenaga pendukung teknis.
Selain berasal dari Indonesia, terdapat akademisi yang mencantumkan afiliasi atau asal dari Malaysia, Australia, dan Pakistan.
Setiap ruang presentasi dipandu moderator dan melibatkan pakar yang memberikan tanggapan terhadap penelitian peserta.
Diskusi mencakup pendekatan penelitian, metodologi, hingga temuan ilmiah yang berkaitan dengan berbagai persoalan sosial dan politik.
Perkuat Jejaring Akademik Internasional
Penyelenggaraan ICSOPOLIS 2026 menjadi bagian dari upaya FISIP Universitas Bengkulu dalam meningkatkan kualitas akademik sekaligus memperluas kerja sama penelitian dengan berbagai institusi.
Konferensi tersebut juga menjadi wadah untuk membahas tantangan dan peluang perkembangan masyarakat di tengah transformasi teknologi digital.
Dalam draf keterangannya, Sri Putri turut menyoroti pentingnya keberlanjutan kolaborasi akademik setelah konferensi berakhir.
“Kami berharap kolaborasi yang terbangun melalui ICSOPOLIS 2026 tidak berhenti pada kegiatan konferensi, tetapi dapat berlanjut dalam bentuk penelitian bersama, publikasi ilmiah, serta kerja sama akademik yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Rangkaian sesi paralel ICSOPOLIS 2026 ditutup dengan pengumuman penerima penghargaan Best Presenter melalui ruang utama Zoom Meeting.
Selanjutnya, konferensi utama ICSOPOLIS 2026 dijadwalkan berlangsung pada Rabu (28/10/2026) di Bengkulu.
Melalui kegiatan ini, FISIP Universitas Bengkulu berupaya memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan ilmu sosial dan politik sekaligus memperluas jejaring penelitian di tingkat internasional. ***

