BENGKULU – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bengkulu (UNIB) akan menggelar konferensi internasional International Conference on Social and Political Sciences (ICSOPOLIS) 2026 pada 28 Oktober 2026 di Hotel Mercure Bengkulu.
Konferensi yang mengusung tema “Challenges and Opportunities in Society 5.0” tersebut akan menghadirkan akademisi dari lima negara untuk membahas berbagai tantangan transformasi digital, perkembangan kecerdasan buatan, komunikasi publik, serta tata kelola pemerintahan.
Dekan FISIP Universitas Bengkulu, Prof. Dr. Sugeng Suharto, M.M., M.Si., menjelaskan bahwa ICSOPOLIS 2026 menjadi forum akademik untuk mempertemukan peneliti, dosen, praktisi, dan pembuat kebijakan dalam membahas perubahan sosial akibat perkembangan teknologi.
Menurut Sugeng, konferensi tersebut juga menjadi bagian dari upaya FISIP UNIB memperluas jejaring kerja sama akademik internasional sekaligus mendorong pengembangan penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk hubungan antara pemerintah, media, dan masyarakat. Komunikasi publik yang sebelumnya cenderung berlangsung satu arah kini semakin terbuka dan memungkinkan keterlibatan masyarakat secara langsung.”, katanya.
Di sisi lain, transformasi digital juga menghadirkan sejumlah persoalan, mulai dari kesenjangan akses teknologi, penyebaran misinformasi dan disinformasi, hingga penggunaan algoritma yang berpotensi menimbulkan bias informasi.
Persoalan tersebut menjadi perhatian dalam ICSOPOLIS 2026 karena berkaitan dengan kualitas tata kelola pemerintahan, partisipasi masyarakat, serta pembangunan sosial yang inklusif dan berkelanjutan.
Hadirkan Pembicara dari Lima Negara
ICSOPOLIS 2026 dijadwalkan menghadirkan akademisi dari Australia, Thailand, Hong Kong, Timor-Leste, dan Indonesia.
Sejumlah pembicara utama yang akan hadir antara lain Prof. Farida Fozdar dari Curtin University Australia, Dr. ShawHong Ser dari Chulalongkorn University Thailand, dan Prof. Peng Wang dari The University of Hong Kong.
Selain itu, konferensi akan menghadirkan Lídia de Sousa Guterres dari Timor-Leste. Sementara Dekan FISIP UNIB Prof. Sugeng Suharto dijadwalkan menyampaikan sambutan pembukaan.
Para pembicara akan membahas berbagai isu sosial dan politik yang berkembang di tengah transformasi digital, termasuk perubahan pola komunikasi, kebijakan publik, serta tantangan penerapan teknologi dalam kehidupan masyarakat.
Konferensi tersebut juga membuka ruang pembahasan mengenai penerapan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik atau good governance dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
Bahas Kecerdasan Buatan dan Jurnalisme Digital
Salah satu topik yang menjadi perhatian dalam ICSOPOLIS 2026 adalah perkembangan industri media dan jurnalisme di tengah meningkatnya pemanfaatan teknologi digital.
Pembahasan mencakup jurnalisme digital, pelaporan berbasis data, serta penggunaan kecerdasan buatan dalam ekosistem media.
Selain itu, konferensi akan mengangkat sejumlah bidang penelitian lain, seperti administrasi publik, tata kelola pemerintahan kolaboratif, kesejahteraan sosial, ketahanan masyarakat, sosiologi digital, literasi informasi, dan kesetaraan akses teknologi.
Melalui pembahasan tersebut, penyelenggara berharap hasil penelitian yang dipresentasikan tidak hanya memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan publik.
Dorong Publikasi dan Kolaborasi Penelitian
Ketua Pelaksana ICSOPOLIS 2026, Dr. Alfarabi, M.A., dalam informasi persiapan kegiatan menjelaskan bahwa rangkaian konferensi direncanakan dimulai dengan presentasi paralel secara daring pada 27 Oktober 2026.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan konferensi internasional pada 28 Oktober 2026 di Hotel Mercure Bengkulu.
Pelaksanaan ICSOPOLIS 2026 menggunakan format hybrid, sehingga peserta dapat mengikuti kegiatan secara langsung maupun daring.
“Selain menjadi forum pertukaran gagasan, konferensi ini juga memberikan peluang publikasi karya ilmiah melalui jurnal terakreditasi dan bab buku ber-ISBN sesuai ketentuan seleksi penyelenggara.”, katanya
Penyelenggara turut membuka kesempatan kolaborasi penelitian antarlembaga dan perguruan tinggi dari berbagai negara. Makalah yang dihasilkan melalui kerja sama internasional berkesempatan memperoleh pembebasan biaya registrasi sesuai persyaratan.
Adapun periode pengumpulan makalah lengkap telah berlangsung pada 1 Juli hingga 28 September 2026.
Melalui penyelenggaraan ICSOPOLIS 2026, FISIP Universitas Bengkulu berupaya memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengembangan penelitian sekaligus memperluas kerja sama akademik internasional.
Konferensi ini diharapkan dapat menghasilkan pertukaran pengetahuan dan rekomendasi berbasis penelitian untuk menjawab tantangan sosial, komunikasi, serta tata kelola pemerintahan di era Society 5.0.
Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan dapat diperoleh melalui laman https://bit.ly/RegisterICSOPOLIS2026, email icsopolis@unib.ac.id, atau WhatsApp panitia di nomor 0813-6996-0668. ***

