BENGKULU – Sebanyak 721 titik infrastruktur di Provinsi Bengkulu menjadi sasaran program Karya Bakti Skala Besar TNI Angkatan Darat (TNI AD). Program yang melibatkan 1.026 personel gabungan ini mencakup pembangunan jembatan, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), perbaikan sekolah, penyediaan air bersih, hingga pembangunan fasilitas sanitasi.
Program tersebut secara resmi dibuka di Balai Semarak Bengkulu, Jumat (16/10/2026). Senator DPD RI asal Bengkulu, apt. Hj. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M., hadir mewakili Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin.
Karya Bakti Skala Besar TNI AD dijadwalkan berlangsung pada 16–17 Oktober 2026 untuk kegiatan pembukaan, dengan sasaran pekerjaan yang ditargetkan rampung dalam 60 hari kerja. Program pembangunan ini tersebar di sembilan kabupaten dan satu kota di Provinsi Bengkulu.
Destita menilai program tersebut menjadi langkah strategis untuk mempercepat pembangunan daerah melalui kolaborasi TNI AD, Kopassus, pemerintah daerah, DPD RI, Kementerian Desa, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
“Alhamdulillah, hari ini kami menghadiri acara Karya Bakti Skala Besar yang diselenggarakan di Balai Semarak Bengkulu. Ini merupakan kegiatan yang luar biasa karena berbagai pihak bahu-membahu untuk membangun Bengkulu,” ujar Destita.
## 721 Titik Pembangunan Menyasar Kebutuhan Dasar Masyarakat
Menurut Destita, program Karya Bakti Skala Besar memiliki nilai penting karena menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat, terutama di wilayah yang masih membutuhkan pembangunan dan perbaikan infrastruktur.
Berdasarkan pemaparan dalam kegiatan tersebut, sebanyak 721 titik pembangunan ditargetkan dikerjakan hingga Desember 2026. Sasarannya meliputi jembatan, rumah layak huni, fasilitas pendidikan, tempat ibadah, MCK, jalan, serta sarana air bersih dan listrik.
Ia menilai keterlibatan berbagai pihak dapat membantu pemerintah daerah mengatasi keterbatasan anggaran, sekaligus mempercepat pemenuhan kebutuhan infrastruktur masyarakat.
“Kalau program ini berhasil dilaksanakan dengan baik, insyaallah bisa menjadi percontohan bagi provinsi lain tentang bagaimana semua pihak berkolaborasi untuk membangun kesejahteraan masyarakat di tengah keterbatasan finansial pemerintah daerah,” katanya.
Destita juga mengapresiasi inisiatif Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin bersama anggota DPD RI asal Bengkulu dalam mendorong kolaborasi pembangunan bersama TNI dan pemangku kepentingan terkait.
Dalam kegiatan tersebut, turut dilakukan penandatanganan kesepakatan kerja sama oleh staf khusus DPD RI sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi pelaksanaan program.
Destita berharap kolaborasi tersebut tidak berhenti pada kegiatan tahun ini, tetapi berlanjut dengan penambahan sasaran pembangunan pada tahun berikutnya.
“Mudah-mudahan program ini sukses. Mari kita sama-sama mendukung dan menyukseskannya, sehingga tahun depan semakin banyak titik pembangunan yang bisa dikerjakan di Provinsi Bengkulu,” ujarnya.
## Rincian 721 Titik Karya Bakti TNI AD di Bengkulu
Komandan Satuan Tugas Karya Bakti Skala Besar TNI AD, Brigjen TNI Bram Pramudia, S.E., M.I., menjelaskan bahwa program tersebut difokuskan pada pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Sebanyak 1.026 personel gabungan dari unsur Kopassus, Kodam, dan masyarakat dilibatkan untuk melaksanakan berbagai pekerjaan fisik sesuai sasaran yang telah ditetapkan.
Adapun rincian 721 titik pembangunan Karya Bakti Skala Besar TNI AD di Provinsi Bengkulu meliputi:
* **224 titik sumur bor** untuk mendukung ketersediaan air bersih.
* **225 titik rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH)**.
* **86 titik rehabilitasi sekolah**.
* **61 titik pembangunan MCK**.
* **36 titik rehabilitasi tempat ibadah**.
* **13 titik rehabilitasi jalan**.
* **1 titik rehabilitasi panti asuhan**.
* **62 titik pembangunan jembatan**.
* **10 titik pipanisasi**.
* **3 titik pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH)**.
Bram menjelaskan, pembangunan jembatan menjadi salah satu sasaran penting karena berkaitan langsung dengan akses dan konektivitas masyarakat ant wilayah. Sementara itu, sumur bor, pipanisasi, dan PLTMH diharapkan membantu memenuhi kebutuhan dasar warga, khususnya di daerah yang masih terbatas akses air bersih dan listrik.
Dari total 62 titik pembangunan jembatan, sebanyak 42 titik merupakan bagian dari program GRD tahap VII dan VIII, terdiri atas 26 jembatan beton dan 16 jembatan gantung.
Selain itu, terdapat 20 titik jembatan tambahan yang meliputi 13 jembatan beton dan tujuh jembatan gantung.
Menurut Bram, pelaksanaan Karya Bakti Skala Besar diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas infrastruktur, tetapi juga mendorong perubahan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.
## Pemprov Bengkulu Apresiasi Dukungan TNI AD
Asisten I Pemerintah Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar, menyampaikan apresiasi kepada TNI AD dan Kopassus atas kontribusinya dalam mendukung pembangunan di wilayah Bengkulu.
Ia mengakui pemerintah daerah masih menghadapi tantangan dalam memenuhi seluruh kebutuhan infrastruktur. Besarnya kebutuhan pembangunan belum sepenuhnya dapat diakomodasi melalui anggaran daerah.
Khairil menyebut Pemerintah Provinsi Bengkulu telah mengalokasikan anggaran infrastruktur sekitar Rp250 miliar pada tahun pertama dan hampir Rp500 miliar pada tahun berikutnya. Meski demikian, kebutuhan perbaikan dan pembangunan masih cukup besar.
Karena itu, dukungan TNI AD melalui program Karya Bakti Skala Besar dinilai dapat membantu mempercepat pembangunan sekaligus memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Provinsi dan masyarakat Bengkulu, kami menyampaikan terima kasih kepada Kopassus dan TNI yang telah membantu masyarakat Bengkulu. Harapannya, masyarakat benar-benar bisa merasakan kehadiran negara di wilayah masing-masing,” ujar Khairil.
Ia menambahkan, manfaat program diharapkan tidak terbatas pada pembangunan fisik. Kegiatan sosial dan pelayanan kesehatan, termasuk pemeriksaan kesehatan gratis serta operasi katarak, juga diharapkan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Khairil berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, dan berbagai pemangku kepentingan dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan infrastruktur yang belum tersedia sekaligus memperbaiki fasilitas yang mengalami kerusakan.
## Menjangkau 9 Kabupaten dan 1 Kota di Bengkulu
Program Karya Bakti Skala Besar TNI AD menyasar seluruh wilayah yang terdiri atas sembilan kabupaten dan satu kota di Provinsi Bengkulu.
Wilayah penerima program meliputi Kabupaten Mukomuko, Bengkulu Utara, Lebong, Rejang Lebong, Bengkulu Tengah, Kepahiang, Seluma, Bengkulu Selatan, dan Kaur, serta Kota Bengkulu.
Melalui pembangunan 721 titik tersebut, program ini diharapkan memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap hunian layak, pendidikan, sanitasi, air bersih, dan listrik.
Keberhasilan pelaksanaan Karya Bakti Skala Besar TNI AD di Bengkulu akan ditentukan oleh koordinasi seluruh pihak, ketepatan penyelesaian pekerjaan, serta pemanfaatan infrastruktur yang dibangun agar memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.
