×

Pencarian

Rahasia Kelezatan Ayam Tulang Lunak Mas Gibran

IKOBENGKULU — Memulai usaha kuliner dan mempertahankannya hingga bertahun-tahun bukanlah hal yang mudah. Namun, hal tersebut berhasil dibuktikan oleh Sigit Prakoso (37), pemilik usaha kuliner Ayam Tulang Lunak Mas Gibran yang berdiri sejak 2021.

Usaha yang berlokasi di Jalan Seruni, Nusa Indah, Kota Bengkulu, tersebut kini hampir memasuki usia lima tahun dan tetap konsisten memikat para pecinta kuliner. Nama "Mas Gibran" sendiri diambil dari nama anak kedua Sigit, yang kemudian dipadukan dengan identitasnya sebagai orang Jawa dan dijadikan merek usaha yang diharapkan membawa keberkahan bagi keluarganya.

Berbeda dari sajian ayam goreng pada umumnya, keunggulan utama Ayam Tulang Lunak Mas Gibran terletak pada tekstur dagingnya yang lembut hingga ke bagian tulang. Rahasia kelembutan tersebut berasal dari proses pemasakan menggunakan teknik presto selama 3 hingga 4 jam.

Proses tersebut membuat seluruh bagian ayam, termasuk tulangnya, dapat dikonsumsi. Sajian itu kemudian dipadukan dengan racikan bumbu khas serta sambal cabai setan dan bawang putih yang semakin menggugah selera.

Untuk menikmati satu porsi lengkap berisi nasi, ayam tulang lunak, dan sambal, pengunjung cukup merogoh kocek mulai dari Rp20.000 hingga Rp30.000. Harga yang terjangkau membuat usaha ini diminati berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, pekerja kantoran hingga keluarga.

Dikelola langsung oleh Sigit bersama istri dan beberapa karyawan, kedai ini buka setiap hari mulai pukul 10.00 WIB hingga 21.00 WIB. Selain makan langsung di tempat (dine-in) maupun dibawa pulang (takeaway), menu juga dapat dipesan secara daring melalui aplikasi layanan pesan-antar makanan seperti GrabFood dan Maxim.

Bagi konsumen yang ingin memesan dalam jumlah besar, khususnya lebih dari 50 porsi untuk acara maupun kebutuhan katering, pemesanan dapat dilakukan melalui WhatsApp paling lambat H-1 sebelum acara.

Sigit berharap usaha yang dirintisnya dapat terus diterima masyarakat dan memberikan manfaat bagi banyak orang. Ia juga mengajak warga Bengkulu yang belum pernah mencoba untuk datang langsung ke kedainya di Jalan Seruni, Nusa Indah, atau mencari lokasinya melalui Google Maps.

Penulis: Raihan Fitra Nolisca