IKOBENGKULU – Musim kemarau yang melanda Kota Bengkulu mulai berdampak pada sektor pertanian, khususnya bagi petani kacang tanah. Menurunnya debit air dari DAM Danau Dendam Tak Sudah membuat petani khawatir terhadap ketersediaan air yang dibutuhkan tanaman hingga masa panen.
Mayoritas petani di kawasan tersebut memilih membudidayakan kacang tanah karena lahan yang dimiliki merupakan lahan darat. Meski lebih tahan terhadap cuaca kering dibandingkan padi, tanaman kacang tanah tetap membutuhkan pasokan air yang cukup agar pertumbuhan dan kualitas hasil panen tetap optimal.
Dalam hampir dua bulan terakhir, debit air irigasi dari DAM Danau Dendam mulai mengalami penurunan. Bahkan, beberapa sumur yang biasa digunakan petani dilaporkan telah mengering sehingga sumber air untuk mengairi lahan menjadi semakin terbatas.
Mardi, salah seorang petani kacang tanah, mengatakan kondisi tersebut mulai dirasakan para petani. Menurutnya, tanaman kacang tanah membutuhkan waktu sekitar tiga bulan hingga siap dipanen sehingga pasokan air harus tetap tersedia selama masa tanam.
"Sekarang debit air dari DAM Danau Dendam sudah mulai berkurang hampir dua bulan terakhir, bahkan ada sumur yang kering total. Kalau kemarau berlangsung terlalu lama dan air habis, lahan bisa kosong karena tidak dapat ditanami, jadi kami berharap pasokan air tetap tersedia agar petani bisa terus menanam," ujar Mardi. Rabu (29/7/2026).
Senada dengan itu, petani lainnya, Wawan, menilai berkurangnya ketersediaan air tidak hanya memengaruhi proses budidaya, tetapi juga kualitas hasil panen.
"Di sini mayoritas petani memang menanam kacang-kacangan karena lahannya merupakan lahan darat dan hanya mengandalkan irigasi dari DAM. Jika kondisi ini terus berlanjut, pertumbuhan tanaman dan hasil panen tentu akan menurun karena tanah kekurangan kadar air. Harapan kami kemarau tidak berlangsung terlalu lama agar petani tetap bisa berproduksi," katanya. Rabu (29/7/2026).
Para petani berharap debit air di DAM Danau Dendam tetap mencukupi hingga musim tanam berakhir. Dengan pasokan air yang stabil, produktivitas dan kualitas kacang tanah diharapkan tetap terjaga sehingga mampu menopang pendapatan petani di tengah musim kemarau.
Penulis : Alam

