×

Pencarian

Kampung KB Jadikan Kampung KB Tonggak Awal Pembangunan Keluarga Nasional

Bengkulu,IKOBENGKULU,COM, – Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) terus diperkuat sebagai tonggak awal pembangunan keluarga nasional. Melalui integrasi berbagai program lintas sektor, Kampung KB diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menjadi pusat pelayanan bagi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.

 

Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., melalui Ketua Tim Kerja 1 Bidang Pengelolaan Kependudukan  Perwakilan BKKBN Bengkulu Agus Veriansyah Dalimunthe,S.Kom., M.Stat mengatakan Kampung KB tidak lagi dipandang hanya sebagai lokasi pelayanan keluarga berencana, tetapi telah berkembang menjadi pusat pembangunan keluarga yang mengintegrasikan berbagai program strategis pemerintah.

 

"Kampung KB merupakan titik awal pembangunan keluarga nasional. Di sinilah berbagai program dijalankan secara terpadu untuk meningkatkan kualitas keluarga, mulai dari kesehatan, pendidikan, ekonomi, hingga pembentukan karakter keluarga yang tangguh. HUT Kampung KB ke 9 ini agar dijadikan sebagai momentum untuk menjadikannya sebagai tonggak awal pembangunan keluarga nasional," ujar Agus saat dalam sambutannya pada peringatan Hari jadi Kampung KB Kelurahan Lempuing,Kecamatan Ratu Agung, Kota Bengkulu, Rabu,(29/7/2026)..

 

Ia menjelaskan, penguatan Kampung KB menjadi bagian dari implementasi lima program prioritas Kemendukbangga/BKKBN, yakni Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Lansia Berdaya (SIDAYA), serta pendampingan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B. Langkah tersebut seiring dengan tujuan awal pemerintah mengembangkan program Kampung KB.

 

" Kampung KB (Kampung Keluarga Berkualitas) adalah satuan wilayah setingkat desa atau kelurahan tempat integrasi program pemberdayaan keluarga, penurunan stunting, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dasar dikembangkannya kampung KB yaitu Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009, serta Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 dan  Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2022."

 

Sejak diluncukannya program Kampung KB, telah dikembangkan sebanyak 1.513 Kampung KB (Kampung Keluarga Berkualitas) yang tercatat di wilayah Provinsi Bengkulu (BPS). Yang tersebar di sejumlah daerah kabupaten dan kota.

 

Selain itu, Kampung KB juga menjadi wadah pelaksanaan berbagai kelompok kegiatan masyarakat, seperti Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), Bina Keluarga Lansia (BKL), Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA), dan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R). Seluruh kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat delapan fungsi keluarga sebagai fondasi pembangunan bangsa.

 

Dia mengatakan bahwa, keberhasilan Kampung KB sangat ditentukan oleh kolaborasi pemerintah daerah, perangkat desa, tenaga lini lapangan, kader, organisasi masyarakat, dunia usaha, serta partisipasi aktif masyarakat. Dan hal itu telah dibuktikan Kampung KB Kelurahan Lemmpuing dengan berbagai langkah dan strateginya berkolaborasi lintas sektor sehingga berhasil meraih puncak tertinggi di Provinsi Bengkulu dengan meraih juara I pada lombah kampung KB tingkat Provinsi Bengkulu tahun 2026.

 

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Bengkulu dijabat oleh Dra. Rosminiarty menyebutkan, Kampung KB Kelurahan Lempuing ,e,iliki berbagai kegiatan unggulan. Baik kegiatan pengembangan ekonomi, lingkungan hingga sisoal masyarakat.

 

Yang menjadi unggulan kampung KB tersebut di mana sejak tiga tahun terakhir telah berhasil mengembangkan program bank sampah "Bank Kreatif Berseri " yang beranggotakan sebanyak 170 orang mampu mengola sampah plastik sebagai sampah anorganik, limbah plastik, atau sampah sekali pakai. diolah menjadi bahan hiasan," kata Rosminiarty.

 

"Keberhasilan pembangunan keluarga bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Diperlukan sinergi semua pihak agar setiap keluarga memperoleh akses terhadap pelayanan yang berkualitas dan mampu meningkatkan kesejahteraannya," katanya.

 

Di Kota Bengkulu terdapat sebanyak 67 kampung KB, yang terus didorong menjadi pusat integrasi pelayanan masyarakat melalui edukasi kependudukan, pelayanan keluarga berencana, pendampingan keluarga berisiko stunting, pemberdayaan ekonomi keluarga, hingga pembinaan ketahanan keluarga. Kehadiran Kampung KB diharapkan mampu mempercepat terwujudnya keluarga yang sehat, mandiri, harmonis, dan sejahtera.

 

Melalui penguatan Kampung KB, pemerintah Kota Bengkulu optimistis pembangunan yang berawal dari keluarga akan melahirkan generasi berkualitas, pungkas Rosminiarty.(***)