×

Pencarian

Rilis Realisasi APBN, Kanwil DJPb Bengkulu Paparkan Progres Pembangunan Sekolah Rakyat

IKOBENGKULU – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Bengkulu, Jumat (24/7/26), merilis publikasi resmi mengenai Realisasi APBN Bengkulu hingga 30 Juni 2026. Dalam pemaparan tersebut, pembangunan Sekolah Rakyat menjadi salah satu proyek strategis yang didukung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Kepala Kanwil DJPb Provinsi Bengkulu, Mohamad Irfan Surya Wardhana, mengatakan pembangunan fisik gedung utama Sekolah Rakyat di Kota Bengkulu dan Kabupaten Kaur saat ini telah memasuki tahap akhir. Penyelesaian proyek ditargetkan rampung pada 31 Juli 2026, dengan pekerjaan yang tersisa hanya berupa penyelesaian akhir atau finishing.

"Kalau penyelesaian fisik gedungnya itu targetnya sampai 31 Juli. Jadi setelah itu tinggal finishing kecil saja. Namun, sejak 13 atau 14 Juli kemarin gedung tersebut sudah mulai dimanfaatkan untuk menyambut tahun ajaran baru," ujar Irfan.

Ia menjelaskan, para siswa Sekolah Rakyat yang sebelumnya masih menumpang belajar di gedung sekolah dasar kini telah menempati gedung baru, baik di Kota Bengkulu maupun Kabupaten Kaur. Menurutnya, pemindahan tersebut dilakukan agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung di fasilitas yang telah disiapkan pemerintah.

Berdasarkan data yang dipaparkan hingga 23 Juli 2026, pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Bengkulu telah mencapai progres 96,91 persen, sedangkan di Kabupaten Kaur mencapai 91,5 persen. Pada 2026, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp412,52 miliar, dengan realisasi mencapai Rp350,51 miliar.

Saat ini Sekolah Rakyat telah beroperasi di dua lokasi, yakni SRMA 6 Kota Bengkulu dan SRT 14 Kabupaten Kaur. Program tersebut menampung 188 siswa rintisan, terdiri atas 98 siswa SMA di Kota Bengkulu serta 90 siswa di Kabupaten Kaur, yang meliputi 53 siswa SMP dan 37 siswa SMA. Sekolah juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, seperti asrama, laboratorium, perpustakaan, rumah ibadah, gedung serbaguna, dapur, klinik kesehatan, greenhouse, hingga botanical garden.

Irfan menambahkan, pembangunan Sekolah Rakyat tidak hanya memberikan manfaat di bidang pendidikan, tetapi juga berdampak pada perekonomian masyarakat sekitar. Selama proses pembangunan berlangsung, para pekerja proyek menyewa rumah milik warga di sekitar lokasi sehingga turut menambah pendapatan masyarakat.

"Selain meningkatkan akses pendidikan, pembangunan Sekolah Rakyat juga memberikan efek berganda bagi perekonomian masyarakat sekitar. Banyak tenaga kerja yang menyewa rumah warga selama proses pembangunan, sehingga ikut memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat setempat," katanya.

Pemerintah juga berencana memperluas program Sekolah Rakyat di Bengkulu. Dari 18 usulan lokasi, dua lokasi telah ditetapkan, 15 lokasi masih dalam tahap survei, dan satu lokasi menunggu tindak lanjut sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.

Penulis: Fiza Pratisya Zuinara