IKOBENGKULU — Pedagang ikan asin di Pondok Ikan Kering 3 Saudara, kawasan Pantai Malabero, Kota Bengkulu, mengeluhkan kenaikan harga ikan yang menjadi bahan baku dagangan. Kondisi tersebut terjadi di tengah sulitnya mendapatkan solar yang digunakan nelayan untuk melaut.
Melda (36), pedagang ikan asin yang telah berjualan selama enam tahun di Pondok Ikan Kering 3 Saudara, mengatakan sebagian ikan yang dijualnya diperoleh dari penjemur. Ikan tersebut berasal dari nelayan Pulau Baai. Sementara ikan teri dari nelayan sekitar diolah sendiri mulai dari proses penjemuran hingga menjadi ikan asin.
Untuk ikan kakap, Melda juga mengolahnya sendiri dengan membelah, mengasinkan, dan menjemurnya sebelum dijual. Selain ikan teri dan kakap, ia juga menjual beberapa jenis ikan asin lainnya seperti gembung dan tongkol.
“Kalau ikan teri dari nelayan sini, kami olah sendiri, dari menjemur sampai jadi ikan asin. Kalau ikan lainnya kami ambil dari penjemur,” ujar Melda saat diwawancarai pada Rabu (22/07/2026)
Menurut Melda, harga ikan yang dibeli dari penjemur mengalami kenaikan. Sebelumnya, harga ikan sekitar Rp50 ribu per kilogram, kini mencapai Rp70 ribu per kilogram. Kenaikan tersebut dipengaruhi sulitnya mendapatkan solar sehingga nelayan mengalami kendala untuk melaut.
Selain harga ikan, harga plastik yang digunakan untuk kebutuhan dagangan juga ikut naik. Kondisi ini membuat biaya yang dikeluarkan pedagang semakin bertambah.
Melda mengatakan omzet penjualannya tidak menentu. Saat hari libur, Lebaran, dan Tahun Baru, omzetnya dapat mencapai lebih dari Rp1 juta per hari. Sementara pada hari biasa, omzetnya berkisar Rp500 ribu hingga Rp700 ribu per hari.
Pembeli ikan asin yang datang berasal dari masyarakat sekitar hingga wisatawan dari dalam dan luar Kota Bengkulu. Saat musim liburan, jumlah pembelian biasanya meningkat. Dalam satu kali pembelian, pelanggan dapat menghabiskan sekitar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu.
Melda berharap pasokan solar tidak lagi sulit didapatkan agar nelayan dapat melaut dan pasokan ikan tetap tersedia. Ia juga berharap harga ikan kembali turun sehingga dagangannya semakin laris.
“Harapannya dagangan kami laris, solar tidak langka, ikan banyak, dan harga ikan turun,” ujar Melda.
Penulis: Shabrina Putri

