IKOBENGKULU – Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla, resmi melantik jajaran Pengurus PMI Provinsi Bengkulu periode terbaru, Selasa (21/7/2026). Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua DPRD, pejabat TNI-Polri, pengurus PMI, Dewan Kehormatan, serta para relawan.
Dalam sambutannya, Jusuf Kalla mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Ia berharap amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab demi kemanusiaan.
Jusuf Kalla juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus periode sebelumnya yang telah mengabdikan diri selama lima tahun terakhir. Menurutnya, dedikasi tersebut menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan pelayanan PMI kepada masyarakat.
Ia kembali mengingatkan bahwa PMI berdiri di atas prinsip kemanusiaan, netralitas, dan kebersamaan tanpa membedakan suku, agama, ras, maupun latar belakang politik.
"PMI mempunyai tugas utama ialah kemanusiaan. Dengan dasar netralitas dan kebersamaan, siapa pun yang membutuhkan pertolongan harus dilayani tanpa melihat agama, suku, maupun latar belakang lainnya," ujar Jusuf Kalla.
Menurutnya, Palang Merah merupakan organisasi kemanusiaan terbesar di dunia yang memiliki jaringan di hampir seluruh negara melalui Palang Merah maupun Bulan Sabit Merah. Seluruh anggotanya terhubung oleh semangat pengabdian yang melampaui batas negara.
Dalam kesempatan tersebut, Jusuf Kalla juga menyoroti pentingnya pelayanan darah. Ia mengatakan, hingga saat ini belum ada teknologi yang mampu menciptakan darah buatan sehingga kebutuhan darah sepenuhnya bergantung pada kepedulian sesama manusia.
"Sehebat apa pun ilmu pengetahuan di dunia ini, tidak pernah ada yang bisa membuat darah imitasi. Darah hanya bisa berasal dari manusia untuk manusia," katanya.
Karena itu, PMI memiliki peran strategis sebagai penghubung antara pendonor yang sehat dengan masyarakat yang membutuhkan transfusi darah.
Selain pelayanan darah, Jusuf Kalla mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana. Menurutnya, Indonesia sebagai negara yang berada di kawasan Ring of Fire sangat rentan terhadap gempa bumi, banjir, maupun kekeringan.
Ia mengenang gempa besar yang pernah melanda Bengkulu sekitar 25 tahun lalu sebagai salah satu peristiwa yang menunjukkan besarnya solidaritas kemanusiaan dari berbagai daerah maupun dunia internasional.
Jusuf Kalla juga menjelaskan bahwa PMI terus bergerak membantu penanganan bencana banjir di sejumlah wilayah seperti Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Sementara untuk menghadapi kekeringan di berbagai daerah, PMI telah mengerahkan sekitar 400 armada tangki air guna memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat terdampak.
Ia bersyukur Bengkulu masih mendapatkan curah hujan dibandingkan sejumlah wilayah lain yang mengalami kekeringan cukup parah.
Dalam penjelasannya mengenai organisasi, Jusuf Kalla mengatakan jumlah pengurus PMI memang dibatasi sesuai aturan organisasi. Pengurus PMI Pusat berjumlah 21 orang, pengurus provinsi 17 orang ditambah Dewan Kehormatan, sedangkan pengurus kabupaten dan kota berjumlah 15 orang.
Meski demikian, kekuatan utama PMI berada pada jutaan relawan yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, serta pemuda-pemudi yang bekerja secara sukarela demi tugas kemanusiaan.
Ia juga menyebut kepengurusan PMI di berbagai tingkatan diisi oleh tokoh-tokoh berpengalaman yang mengabdikan diri tanpa pamrih, mulai dari mantan pejabat negara hingga mantan pimpinan lembaga nasional.
Di akhir sambutannya, Jusuf Kalla berharap Gubernur Bengkulu sebagai pembina dan pelindung PMI terus memberikan dukungan, arahan, dan pembinaan kepada seluruh jajaran pengurus agar pelayanan kemanusiaan semakin optimal.
Penulis: Raihan Fitra Nolisca

