IKOBENGKULU – Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 di Provinsi Bengkulu resmi diluncurkan Pada Senin (20/7/26), sebagai upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Peresmian tersebut menjadi langkah awal dalam menghadirkan pendidikan yang lebih inklusif dan merata, sekaligus memperkuat komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Peresmian Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bengkulu dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah, termasuk perwakilan penyelenggara Sekolah Rakyat, pemerintah daerah, serta Anggota Komisi V DPR RI dan perwakilan DPD RI. Kehadiran para wakil rakyat tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap program pendidikan yang diharapkan mampu memberikan kesempatan belajar yang lebih luas bagi masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Anggota DPD RI/MPR RI, Apt Hj Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M., menyampaikan keberhasilan menghadirkan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Kota Bengkulu merupakan hasil kerja sama dari berbagai pihak. Menurutnya, kolaborasi lintas kementerian, Kementerian Sosial, Pemerintah Provinsi Bengkulu, serta Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BPPKS) menjadi faktor penting dalam mempercepat proses persiapan sekolah.
"Pada hari ini kami dari Sekolah Rakyat sangat mengapresiasi kerja sama dari semua pihak, termasuk lintas kementerian, Kementerian Sosial, Pemerintah Provinsi Bengkulu, dan BPPKS. Berkat dukungan tersebut, proses persiapan sekolah berjalan sangat cepat. Insyaallah seluruh persiapan segera rampung sehingga sekolah dapat mulai beroperasi," ujar Destita.
Ia berharap kehadiran Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 dapat menjadi wadah pendidikan bagi anak-anak yang selama ini memiliki keterbatasan akses. Selain memberikan pendidikan formal, sekolah ini juga diharapkan mampu membentuk karakter, kedisiplinan, serta mencetak generasi muda yang berkualitas dan memiliki daya saing.
Sementara itu, Anggota Komisi V DPR RI, Erna Sari Dewi, menyampaikan pemerintah pusat terus berkomitmen mendukung pembangunan di Bengkulu, termasuk melalui program yang berkaitan dengan peningkatan pelayanan pendidikan, infrastruktur, dan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Erna, pembangunan ke depan akan diarahkan pada program yang melibatkan masyarakat sebagai bagian utama dalam proses pembangunan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan hingga evaluasi agar hasil yang diberikan dapat lebih tepat sasaran.
"Pada tahun 2026, prioritas kami adalah pembangunan infrastruktur berbasis masyarakat. Artinya, masyarakat menjadi aktor utama dalam proses pembangunan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan hingga evaluasi. Dengan begitu, pembangunan akan lebih tepat sasaran dan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat," katanya.
Erna juga menyampaikan bahwa sejumlah program pembangunan akan terus diperjuangkan untuk Provinsi Bengkulu. Program tersebut di antaranya bedah rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah, pembangunan jalan poros desa untuk meningkatkan konektivitas, hingga pengawalan pengembangan Pelabuhan Pulau Baai sebagai jalur logistik utama provinsi.
Kehadiran DPR RI dan DPD RI dalam peresmian Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bengkulu menunjukkan dukungan terhadap upaya pemerintah dalam menciptakan pemerataan pendidikan. Program ini diharapkan tidak hanya membuka peluang belajar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, tetapi juga menjadi bagian dari strategi meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Bengkulu secara berkelanjutan.
Penulis : Yeyen

