IKOBENGKULU — Demam babak semifinal Piala Dunia 2026 kian memuncak di tengah masyarakat Kota Bengkulu. Kendati dua laga krusial menuju partai puncak disiarkan pada pukul 02.00 WIB, semangat para pecinta sepak bola tanah air dari berbagai kalangan usia tak surut. Perbedaan zona waktu yang signifikan tidak menyurutkan niat warga untuk menyaksikan laga perebutan tiket final tersebut secara langsung dari layar kaca.
Daffa (21), seorang pengemudi Maxim asal Bengkulu yang menggemari sepak bola sejak kecil, menegaskan bahwa keputusannya untuk terjaga di dini hari murni demi menikmati atmosfer pertandingan turnamen akbar dunia secara utuh.
"Sebagai pencinta sepak bola, saya menonton jam 2 subuh karena atmosfer turnamen besar tidak akan pernah digantikan oleh sekadar klip Media Sosial," ujar Daffa saat ditemui di Bengkulu, Senin (13/7/2026).
Senada dengan Daffa, Imam (26), seorang karyawan Restoran Pringgading yang mengikuti Piala Dunia sejak edisi 2010, juga mengaku rela memotong waktu tidurnya demi mengawal sang juara bertahan, Argentina.
"Untuk semifinal nanti saya rela begadang jam 2 subuh karena masih ada tim jagoan saya, Argentina, yang bertanding. Apalagi Piala Dunia kali ini sangat spesial bagi perjalanan karier Lionel Messi," tutur Imam.
Dukungan kuat untuk Argentina juga disuarakan oleh generasi muda di Bengkulu. Billy, seorang murid SMP di Kota Bengkulu yang menggemari Timnas Prancis serta mengagumi aksi Ousmane Dembélé dan Kylian Mbappé, turut mengunggulkan tim asuhan Lionel Scaloni untuk mengatasi perlawanan Inggris pada laga Kamis mendatang.
"Untuk laga Kamis nanti antara Inggris dan Argentina, saya lebih pilih Argentina karena formasi permainan Inggris kurang bagus. Saya prediksi skornya Argentina menang 2-1 atas Inggris," ungkap Billy.
Tak hanya memprediksi laga semifinal, Billy bahkan optimis partai puncak Piala Dunia 2026 bakal mempertemukan dua tim raksasa favoritnya.
"Di final nanti saya mengharapkan Prancis vs Argentina. Yang menang tetap Prancis dengan skor 2-1 untuk Prancis atas Argentina," tambah Billy.
Optimisme senada disampaikan oleh Daffa.
Meski menilai permainan Inggris yang kerap dituding "membosankan" sebenarnya merupakan bentuk kedisiplinan taktis tim, ia memprediksi langkah The Three Lions akan terhenti di tangan Argentina.
"Untuk duel antara Inggris dan Argentina, saya prediksi skornya 1-0 untuk kemenangan Argentina atas Inggris," tegas Daffa.
Sementara itu, Imam menyoroti kedalaman skuad berbintang milik Inggris yang dinilainya tetap harus bekerja ekstra keras di semifinal.
"Inggris memang dihuni pemain bintang dan nilai pasar mereka mahal semua. Kalau dibilang membosankan sebenarnya tidak terlalu, cuma untuk masuk ke final Inggris bakal terseok-seok," kata Imam.
Terkait laga semifinal lainnya antara Prancis dan Spanyol pada Rabu dini hari, warga Bengkulu secara tegas menepis anggapan bahwa melangkahnya Spanyol ke empat besar hanya karena faktor keberuntungan belaka.
Rekor tak terkalahkan La Roja dalam 36 pertandingan terakhir serta ketangguhan lini pertahanan mereka menjadi bukti dominasi Spanyol di turnamen ini.
Di samping peta kekuatan tim, kejeniusan taktis para pelatih di babak semifinal juga tak lepas dari perhatian penonton. Daffa mengagumi fleksibilitas taktik adaptif pelatih Argentina, Lionel Scaloni, yang terbukti ampuh saat memasukkan Lautaro Martínez sebagai pengunci kemenangan.
Di sisi lain, Imam memberikan apresiasi tinggi pada keberanian pelatih Prancis, Didier Deschamps, yang berani mengorbitkan deretan talenta muda di panggung tertinggi.
"Pelatih timnas Prancis, Didier Deschamps, menurut saya paling jenius dan adaptif karena dia berani membawa pemain-pemain muda untuk edisi Piala Dunia saat ini, seperti Michael Olise, Bradley Barcola, hingga Warren Zaïre-Emery," puji Imam.
Menariknya, dari sekian banyak bintang di lapangan, Daffa dan Imam sama-sama menjagokan gelandang Spanyol, Mikel Merino, sebagai pemain pengganti (super sub) yang paling berpotensi menjadi pahlawan penentu kemenangan dari bangku cadangan.
Jadwal Siaran Langsung Semifinal Piala Dunia 2026
Prancis vs Spanyol: Rabu, 15 Juli 2026 (02.00 WIB)
Inggris vs Argentina: Kamis, 16 Juli 2026 (02.00 WIB)
Penulis : Shabrina Putri zakirah

