IKOBENGKULU – Maraknya tren belanja melalui online shop membawa perubahan besar pada pola konsumsi masyarakat. Kondisi ini turut dirasakan para pedagang pakaian di Pasar Panorama, Kota Bengkulu, yang mengaku mengalami penurunan penjualan dibandingkan sebelum masyarakat beralih berbelanja secara daring.
Salah seorang pedagang, Usna (63), mengatakan telah berjualan pakaian di Bengkulu selama lebih dari 20 tahun. Menurutnya, sejak online shop semakin diminati masyarakat, jumlah pembeli yang datang ke toko terus berkurang.
"Sebelum ada online shop, toko ramai. Omzet sehari bisa mencapai Rp8 juta, bahkan pernah Rp10 juta sampai Rp12 juta. Sekarang dapat Rp100 ribu saja susah," ujarnya saat diwawancarai Jum'at (10/7).
Meski demikian, Usna tetap berusaha mempertahankan usahanya. Ia memilih memberikan harga yang lebih fleksibel kepada pelanggan. Menurutnya, selama masih memperoleh sedikit keuntungan, barang tetap dijual sebagai upaya menjaga pelanggan sekaligus mencari penglaris.
Hal senada disampaikan pedagang lainnya, Nisa (30), yang telah berjualan selama 15 tahun. Ia mengakui pendapatan tokonya masih cukup stabil, meski mengalami penurunan sejak maraknya belanja online.
Untuk tetap bersaing, Nisa rutin menghadirkan koleksi pakaian terbaru yang mengikuti tren dan selera konsumen. Sebelum maraknya online shop, omzet tokonya mampu mencapai lebih dari Rp2 juta per hari.
Sementara itu, seorang pembeli, Ana (24), mengatakan dirinya tetap memilih berbelanja di toko ketika membutuhkan pakaian dalam waktu cepat.
"Kalau beli di toko bisa langsung dicoba, jadi ukurannya pas dan risikonya lebih kecil. Tapi kalau tidak buru-buru, saya lebih sering belanja online karena lebih praktis, tinggal pesan dari rumah," katanya.
Menurut Ana, agar toko pakaian tetap diminati masyarakat, para pedagang perlu mengikuti perkembangan tren dan menyediakan produk yang sedang banyak dicari konsumen.
Meski persaingan dengan online shop semakin ketat, para pedagang di Pasar Panorama terus berupaya mempertahankan eksistensi usahanya melalui pelayanan langsung, penyesuaian harga, serta menghadirkan produk yang mengikuti perkembangan tren pasar.
Penulis: Fiza Pratisya Zuinara

