IKOBENGKULU – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di sejumlah RAM di Bengkulu kembali mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini dikeluhkan pelaku usaha sawit karena berdampak pada pendapatan petani dan pengepul.
Pemilik RAM sawit, Songki (26), mengatakan harga TBS yang diterima di RAM saat ini berada di kisaran Rp2.500 per kilogram, turun dari sekitar Rp2.650 per kilogram dua hari sebelumnya. Menurutnya, perubahan harga yang terjadi dalam waktu singkat membuat petani kesulitan karena biaya produksi, terutama pupuk, masih tergolong tinggi.
Songki mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab naik turunnya harga sawit. Ia mengatakan pelaku usaha di tingkat bawah hanya mengikuti harga yang ditetapkan pabrik.
"Kami tidak tahu faktor yang membuat harga berubah. Kami hanya mengikuti harga dari pabrik. Kalau pabrik turun, kami ikut turun. Kalau pabrik naik, kami ikut naik," ujarnya saat di wawancarai pada (13/07/26).
Selain harga sawit yang tidak menentu, Songki menyebut harga pupuk juga masih cukup mahal, berkisar antara Rp100 ribu hingga Rp300 ribu per karung, tergantung jenisnya. Ia berharap harga sawit dapat kembali naik atau setidaknya stabil agar pendapatan petani lebih terjamin.
Sementara itu, pengepul sawit Dimas (32) mengatakan harga pembelian TBS dari petani di tempatnya saat ini mencapai sekitar Rp2.700 per kilogram. Menurutnya, fluktuasi harga dipengaruhi oleh kondisi industri kelapa sawit, termasuk ketika stok crude palm oil (CPO) menumpuk sehingga beberapa pabrik sempat menghentikan operasional.
"Kemarin harga sempat turun karena CPO penuh sampai ada pabrik yang tutup. Kalau penyebab pastinya kami di bawah kurang tahu, mungkin kebijakan dari atas," kata Dimas.
Ia menambahkan bahwa pasokan sawit dari petani hingga kini masih normal dan tidak mengalami penurunan.
Baik Songki maupun Dimas berharap harga sawit dapat lebih stabil sehingga petani, pengepul, dan pelaku usaha sawit tidak terus dirugikan akibat perubahan harga yang terjadi dalam waktu singkat. Stabilnya harga dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada sektor perkebunan kelapa sawit.
Penulis : (Yeyen)

