×

Pencarian

Lontong Tunjang, Sajian Gurih yang Selalu Punya Tempat di Meja Sarapan

Aroma santan yang dimasak bersama serai, daun jeruk, kunyit, dan cabai merah perlahan memenuhi dapur. Dari aromanya saja, orang sudah bisa menebak: lontong tunjang sedang dimasak. Hidangan berkuah kental ini menjadi salah satu sajian yang akrab di lidah masyarakat Sumatra, termasuk Bengkulu. Rasanya gurih, pedas, sedikit berlemak, dan meninggalkan kesan hangat setelah disantap.

Lontong tunjang bukan makanan yang dibuat dengan tergesa-gesa. Justru di situlah letak keistimewaannya. Bahan utamanya adalah tunjang atau kikil sapi, bagian kaki sapi yang memiliki tekstur kenyal dan gurih. Jika dimasak dengan benar, tunjang akan menjadi empuk tanpa kehilangan sensasi kenyalnya. Namun jika prosesnya asal-asalan, bagian ini bisa terasa alot dan sulit dikunyah.

Untuk membuat lontong tunjang, bahan yang perlu disiapkan antara lain 500 gram tunjang sapi yang sudah dibersihkan, 6 buah lontong, 700 ml santan sedang, 200 ml santan kental, 2 batang serai, 4 lembar daun jeruk, 1 lembar daun kunyit, 2 lembar daun salam, garam, gula, dan minyak secukupnya untuk menumis.

Bumbu halusnya terdiri atas 10 butir bawang merah, 5 siung bawang putih, 12 buah cabai merah keriting, 5 cabai rawit jika ingin rasa lebih pedas, 3 butir kemiri, 3 cm jahe, 4 cm lengkuas, 3 cm kunyit, serta 1 sendok teh ketumbar. Perpaduan bumbu ini menjadi kunci utama kuah lontong tunjang yang wangi dan pekat.

Langkah pertama adalah merebus tunjang hingga empuk. Masukkan tunjang ke dalam air bersama daun salam dan serai, lalu rebus sekitar 60 hingga 90 menit. Jika menggunakan panci presto, waktu memasak bisa dipangkas menjadi sekitar 30 sampai 40 menit. Setelah empuk, angkat tunjang, tiriskan, lalu potong sesuai selera.

Selanjutnya, tumis bumbu halus hingga matang dan harum. Tahap ini tidak boleh terburu-buru. Bumbu harus benar-benar tanak agar kuah tidak terasa langu. Setelah itu, masukkan serai, daun jeruk, dan daun kunyit. Aduk hingga aroma rempah semakin keluar.

Sepiring lontong tunjang dengan kuah santan kuning kemerahan, potongan kikil sapi, taburan bawang goreng, kerupuk merah, dan sambal.

Masukkan potongan tunjang ke dalam tumisan bumbu. Aduk perlahan sampai seluruh bagian tunjang terlapisi bumbu. Tuangkan santan sedang, lalu masak dengan api kecil. Aduk sesekali agar santan tidak pecah. Setelah kuah mulai menyusut dan bumbu meresap, tambahkan santan kental. Beri garam dan sedikit gula, lalu masak kembali hingga kuah mengental dan warnanya berubah menjadi kuning kemerahan.

Untuk penyajian, potong lontong ke dalam piring, kemudian siram dengan kuah tunjang panas. Tambahkan bawang goreng, kerupuk merah, dan sambal jika ingin rasa yang lebih kuat.

Sepiring lontong tunjang yang baik tidak hanya bergantung pada kuah santannya. Yang paling penting adalah keseimbangan rasa: gurih, pedas, wangi rempah, dan tunjang yang empuk. Makanan ini sederhana, tetapi punya karakter kuat. Ia bukan hanya mengenyangkan, melainkan juga membawa ingatan tentang masakan rumah yang dimasak perlahan dengan kesabaran ***