×

Pencarian

10 Tempat Lontong Tunjang di Kota Bengkulu yang Layak Diburu Pecinta Kuliner Pagi

BENGKULU — Bagi banyak warga Kota Bengkulu, pagi hari belum lengkap tanpa sepiring lontong tunjang. Sajian berkuah santan ini dikenal dengan rasa gurih, pedas, dan kaya rempah. Potongan lontong yang lembut berpadu dengan tunjang atau kikil sapi yang kenyal, lalu disiram kuah kuning kemerahan yang dimasak perlahan. Tidak heran, menu ini masih menjadi salah satu buruan utama saat sarapan.

Di Kota Bengkulu, lontong tunjang tidak hanya dijual di rumah makan besar. Justru banyak tempat favorit berada di warung sederhana, kawasan pasar, hingga sudut jalan yang sudah dikenal pelanggan lama. Beberapa di antaranya bahkan kerap habis sebelum siang. Karena itu, pemburu lontong tunjang sebaiknya datang sejak pagi.

Berikut 10 lokasi lontong tunjang di Kota Bengkulu yang layak masuk daftar kunjungan kuliner.

Pertama, kawasan Pasar Ikan Bawah Barukoto. Lokasi ini termasuk salah satu titik yang paling dikenal untuk mencari lontong tunjang. Suasananya khas pasar pagi, ramai, sederhana, dan hidup. Di kawasan ini, pembeli bisa menemukan beberapa warung yang menyajikan lontong tunjang dengan cita rasa rumahan. Datang terlalu siang bukan pilihan cerdas, karena menu biasanya cepat habis.

Kedua, Pondok Sate Mak Itam di Pasar Barukoto. Tempat ini juga berada di kawasan Teluk Segara dan kerap disebut sebagai salah satu lokasi sarapan khas Bengkulu. Selain suasana pasar yang kuat, tempat ini menarik karena menyajikan pengalaman kuliner yang dekat dengan keseharian masyarakat lokal.

Ketiga, Lontong Tunjang dan Soto Padang Dapoer Uni Citra Rasa di kawasan Padang Jati, Ratu Samban. Lokasinya relatif mudah dijangkau karena berada di area kota. Tempat ini cocok bagi pengunjung yang ingin menikmati lontong tunjang tanpa harus masuk terlalu jauh ke kawasan pasar. Pilihan menunya juga tidak hanya lontong tunjang, sehingga bisa menjadi alternatif untuk sarapan keluarga.

Keempat, Lontong Tunjang Uni Sari di kawasan Jalan Gedang, Gading Cempaka. Warung ini dikenal sebagai salah satu pilihan sarapan pagi. Karakternya sederhana, tetapi justru itu yang dicari banyak orang: kuah hangat, lontong lembut, dan tunjang yang dimasak sampai empuk.

Kelima, Lontong Tunjang Ibu Puja di kawasan Timur Indah, Singaran Pati. Tempat ini bisa menjadi pilihan bagi warga sekitar yang ingin sarapan lontong tunjang tanpa harus menuju pusat kota. Menu seperti ini biasanya kuat karena pelanggan tetap, bukan karena promosi besar.

Keenam, Lontong Tunjang Bakti Husada di Lingkar Barat. Kawasan ini cukup dikenal sebagai salah satu titik kuliner pagi. Tempat ini cocok untuk pembeli yang mencari lontong tunjang dengan suasana warung lokal dan porsi yang mengenyangkan.

Ketujuh, Lontong Tunjang Uni Evi atau Uni Epi di Jalan Duku, Pasar Panorama. Lokasi ini menarik karena berada di area yang cukup ramai aktivitas pagi. Bagi pencinta kuliner, kawasan pasar selalu punya kelebihan: makanan biasanya segar, cepat tersaji, dan rasanya mengikuti selera pelanggan harian.

Kedelapan, Rumah Makan Nusantara Pak Sidi di kawasan Jalan Brigjend Berlian. Tempat ini dapat menjadi alternatif bagi pembeli yang ingin mencari menu khas Bengkulu dengan suasana rumah makan. Sebelum datang, pembeli sebaiknya tetap mengecek ketersediaan menu karena tidak semua rumah makan menyajikan lontong tunjang sepanjang hari.

Kesembilan, warung lontong tunjang di Jalan Mahakam, Lingkar Barat. Lokasi ini sering disebut berada di sekitar area kantor kecamatan. Pilihan ini cocok bagi pembeli yang ingin mencari tempat makan lokal yang tidak terlalu ramai wisatawan, tetapi dikenal oleh warga sekitar.

Kesepuluh, Lontong Tunjang Ibu Julai di Jalan P. Natadirja. Tempat ini dikenal oleh sebagian pemburu kuliner karena sajian tunjangnya yang cukup menonjol. Bagi penikmat kikil sapi, ukuran dan tekstur tunjang menjadi nilai penting, bukan sekadar pelengkap kuah.

Meski daftar ini bisa menjadi panduan, pembeli tetap perlu realistis. Lontong tunjang adalah makanan pagi. Banyak warung tidak buka sampai sore, bahkan sebagian sudah habis sebelum pukul 10.00. Jadi, strategi terbaik bukan hanya memilih tempat yang terkenal, tetapi datang lebih awal. Dalam urusan lontong tunjang, yang telat biasanya hanya kebagian cerita.***