×

Pencarian

Inflasi Bengkulu Juni 2026 Capai 0,38 Persen, BBM Jadi Penyumbang Terbesar

IKOBENGKULU – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu merilis Berita Resmi Statistik (BRS) terkait perkembangan inflasi Juni 2026 pada Selasa (1/7). 

Berdasarkan data tersebut, Provinsi Bengkulu mengalami inflasi sebesar 0,38 persen secara bulanan (month-to-month/m-to-m). Kenaikan inflasi ini didorong oleh kelompok transportasi, dengan BBM/bensin menjadi komoditas yang memberikan andil terbesar, yakni 0,22 persen.

Selain bensin, beberapa komoditas lain yang turut menyumbang inflasi di antaranya tomat, bahan bakar rumah tangga, mainan anak, serta ketupat atau lontong sayur. Di sisi lain, terdapat sejumlah komoditas yang mengalami penurunan harga sehingga memberikan andil deflasi, seperti ikan tongkol atau ikan ambu-ambu, cabai merah, daging ayam ras, sepatu anak, dan angkutan udara.

BPS juga mencatat inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) Provinsi Bengkulu mencapai 3,96 persen, sedangkan inflasi tahun kalender (year-to-date/y-to-d) sebesar 1,77 persen. Sementara itu, Kabupaten Mukomuko mencatat inflasi tahunan sebesar 5,02 persen, lebih tinggi dibandingkan Kota Bengkulu yang berada di angka 3,61 persen.

Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Win Rizal, mengatakan salah satu upaya yang perlu dilakukan untuk mengendalikan inflasi adalah dengan memperkuat produksi di dalam daerah. Menurutnya, langkah tersebut dapat mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah sehingga kestabilan harga lebih mudah dijaga.

Dampak kenaikan harga bensin juga dirasakan oleh masyarakat, khususnya mereka yang bekerja di sektor transportasi. Salah satunya adalah pengemudi ojek online, Aris (23). Ia mengaku kenaikan harga BBM membuat biaya operasional yang harus dikeluarkan semakin besar.

"BBM jangan sampai naik, susah kami nanti kalau BBM naik, bingung juga," ujarnya saat diwawancarai pada Selasa (1/7).

Ia mengatakan sebagian besar penghasilannya digunakan untuk membeli bahan bakar. Karena itu, ketika harga BBM naik, pendapatan yang dibawa pulang ikut berkurang.

Data BPS menunjukkan kelompok transportasi menjadi penyumbang terbesar inflasi pada Juni 2026. Kondisi ini menunjukkan bahwa kenaikan harga BBM tidak hanya memengaruhi angka inflasi, tetapi juga berdampak langsung pada masyarakat yang bergantung pada kendaraan sebagai sumber mata pencaharian.

Penulis: Fiza Pratisya Zuinara