IKOBENGKULU – Situs cagar budaya Benteng Marlborough di Kota Bengkulu menjadi salah satu destinasi favorit yang dipadati pengunjung pada musim libur panjang sekolah tahun ini. Lokasi bersejarah peninggalan Inggris tersebut terpantau ramai oleh rombongan keluarga sejak pagi hingga sore hari.
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi pada Kamis (2/7/2026) pukul 11.38 WIB, antusiasme pengunjung terlihat dari padatnya area dalam benteng. Meskipun kondisi cuaca di sekitar lokasi terasa cukup terik dan panas, hal tersebut sama sekali tidak menyurutkan niat para wisatawan untuk tetap datang berkunjung ke benteng bersejarah ini. Peningkatan kunjungan ini diakui langsung oleh Rosma (54), Pegawai Negeri Sipil di bawah Balai Pelestarian Cagar Budaya yang sudah 20 tahun bertugas di sana.
"Kalau hari biasa, kunjungan berkisar 500-an orang lebih dan itu stabil tidak pernah sepi, bahkan turis asing juga kerap datang. Nah, pas libur anak sekolah serta akhir pekan seperti sekarang, suasananya pasti jauh lebih ramai," kata Rosma saat diwawancarai Kamis siang.
Rosma menambahkan, meski kunjungan melonjak di musim liburan sekolah, rekor tertinggi biasanya baru terjadi saat libur Lebaran atau Natal yang bisa menembus 3.000-an orang per hari. Terkait operasional yang tutup pukul 16.00 WIB, ia menjelaskan hal itu untuk waktu istirahat petugas.
"Harapannya tentu benteng ini bisa lebih maju lagi dan semakin banyak orang yang tahu sejarahnya," imbuhnya.
Ramainya benteng ini ternyata tak luput dari pengaruh media sosial.
Abi (24), seorang wisatawan asal Lahat, Sumatera Selatan, mengaku memboyong keluarganya untuk pertama kali ke Bengkulu karena penasaran setelah melihat konten di aplikasi TikTok.
"Akses ke benteng ini mudah sekali dan kesan pertamanya bagus. Tapi kalau boleh kasih masukan, fasilitas tempat duduk atau bangku panjang di area dalam perlu diperbaiki atau dibuat lebih aesthetic untuk tempat berswafoto," saran Abi.
Menariknya, kesan positif justru dirasakan oleh pengunjung asal Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah, Joko (44). Datang bersama istrinya, Yeni (40), dan anak-anak mereka, Joko menilai fasilitas Marlborough kini sudah jauh berkembang.
"Tujuan kami ke sini untuk mengenalkan sejarah ke anak-anak. Kalau istri saya memang sudah sering ke sini dulu, tapi bagi saya dan anak-anak ini yang pertama kali. Menurut kami, fasilitasnya sudah cukup dan jauh lebih baik serta lebih rapi dibandingkan dulu," tutur Joko.
Edukasi sejarah ini pula yang mendasari Ibu Santri (30), warga Kota Bengkulu, untuk pertama kalinya mengajak anak-anaknya masuk ke dalam benteng. "Kesan pertama masuk ya bagus, mumpung libur sekolah jadi pas untuk memperlihatkan langsung nilai sejarah ke anak-anak," ucapnya.
Dengan terus meningkatnya kunjungan di tengah musim liburan, pengelolaan fasilitas dan kenyamanan pengunjung diharapkan dapat terus ditingkatkan demi menjaga kelestarian situs bersejarah ini.
Antusiasme masyarakat yang tinggi menunjukkan bahwa Benteng Marlborough bukan sekadar tempat rekreasi, melainkan juga ruang edukasi sejarah yang penting bagi generasi muda.
Penulis: Shabrina Putri
