BENGKULU – Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk mengawal dan mempercepat realisasi Program Strategis Nasional (PSN) sektor ketenagalistrikan yang digarap PLN di wilayahnya demi mendongkrak daya tarik investasi daerah.
Komitmen strategis ini ditegaskan Gubernur saat menerima audiensi General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Selatan (UIP S2JB), Erfani Umar, di Gedung Daerah Balai Raya Semarak Bengkulu. Pertemuan ini fokus memetakan sinkronisasi regulasi daerah dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi lokal.
Helmi Hasan menilai, ketersediaan energi yang andal adalah fondasi utama bagi masuknya para investor ke Bumi Rafflesia. Tanpa adanya jaminan pasokan listrik yang stabil, akselerasi pertumbuhan ekonomi daerah akan sulit terwujud.
"PLN tentu memiliki tantangan besar di lapangan, baik dari sisi teknis maupun non-teknis. Di sinilah pentingnya kolaborasi erat. Pemerintah Provinsi siap hadir memberikan dukungan penuh agar hak masyarakat terpenuhi dan iklim investasi kita semakin kompetitif," tegas Helmi.
Menurut Helmi, sinergi yang kokoh ini akan memastikan bahwa pembangunan infrastruktur kelistrikan berjalan seiring dengan rencana tata ruang dan target peningkatan kesejahteraan di seluruh kabupaten/kota.
Menjawab tantangan tersebut, General Manager PLN UIP S2JB, Erfani Umar, memastikan bahwa kondisi pasokan listrik di Provinsi Bengkulu saat ini dalam status surplus dan sangat aman untuk menyuplai kebutuhan industri skala besar maupun domestik.
"Kecukupan daya listrik di Bengkulu saat ini sangat mencukupi. Ke depan, berbagai program pemerintah yang dilaksanakan melalui PLN akan terus diperkuat sesuai arahan Presiden untuk menopang pertumbuhan ekonomi lokal," kata Erfani.
Erfani memaparkan bahwa PLN tengah masif melakukan penguatan jaringan serta pembangunan infrastruktur interkoneksi guna menjamin keandalan pasokan dalam jangka panjang. Kendati demikian, ia mengakui kesuksesan proyek fisik di lapangan sangat membutuhkan pengawalan kebijakan dari pemda.
"Kami memohon dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Bengkulu. Pengawalan dari pemda adalah kunci agar seluruh target pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan ini selesai tepat waktu dan langsung berdampak pada pelayanan publik," imbuhnya.
Pertemuan ini diakhiri dengan kesepakatan pembentukan komunikasi intensif antarinstansi guna memitigasi kendala di lapangan, memastikan energi berkelanjutan tersedia, dan menjadikan Bengkulu sebagai salah satu tujuan investasi utama di Sumatra. (adv)
