IKOBENGKULU – Rempah utuh seperti jahe, kunyit, lengkuas, serai, dan kencur masih menjadi pilihan utama masyarakat saat berbelanja di pasar panorama. Selain dinilai lebih segar, rempah utuh juga dipercaya memiliki aroma yang lebih kuat serta lebih tahan lama dibandingkan rempah yang telah dihaluskan.
Di Pasar Panorama Bengkulu, sejumlah pedagang mengaku permintaan rempah utuh masih cukup tinggi. Pembeli umumnya memilih rempah dalam bentuk utuh karena dapat diolah sendiri sesuai kebutuhan dan dianggap lebih terjamin kualitasnya.
Salah seorang pedagang rempah, Nyas Miarti (50), mengatakan sebagian besar pelanggannya lebih memilih membeli rempah utuh daripada rempah yang sudah digiling. Menurutnya, aroma rempah akan lebih terasa ketika baru dihaluskan sebelum dimasak.
"Kebanyakan pembeli masih mencari jahe, kunyit, lengkuas, serai, dan kencur yang utuh. Mereka bilang aromanya lebih harum dan rasanya lebih enak kalau digiling sendiri," ujarnya Pada Rabu (5/8/26).
Ia menambahkan, harga rempah saat ini masih relatif stabil. Jahe dijual sekitar Rp40 ribu per kilogram, kunyit Rp15 ribu per kilogram, dan temulawak Rp20 ribu per kilogram, tergantung kualitas serta pasokan dari petani.
Sementara itu, salah seorang pembeli, Wiwi (45), mengaku lebih memilih rempah utuh karena kualitas dan kesegarannya masih terjaga. Menurutnya, mengolah bumbu sendiri membuat cita rasa masakan menjadi lebih nikmat.
"Saya memang lebih memilih rempah utuh karena lebih segar dan wanginya masih terasa. Kalau dihaluskan sendiri, hasil masakannya lebih enak dibanding beli bumbu yang sudah jadi," kata Wiwi.
Tingginya minat masyarakat terhadap rempah utuh menunjukkan bahwa kebiasaan mengolah bumbu secara tradisional masih terus dipertahankan. Meski bumbu instan semakin mudah ditemukan, rempah utuh tetap menjadi pilihan karena dianggap lebih alami, segar, dan mampu menghasilkan cita rasa masakan yang lebih autentik.
Penulis : Yeyen Andiska

