BENGKULU — Harga petai dan kabau di sejumlah lapak Pasar Pulau Baai, Kota Bengkulu, mengalami penurunan dalam beberapa pekan terakhir. Melimpahnya pasokan petai dari sejumlah daerah di Bengkulu yang sedang memasuki musim panen menjadi penyebab turunnya harga kedua komoditas tersebut.
Pedagang petai dan kabau, Heni (28), mengatakan harga petai yang bulan lalu mencapai Rp4.000 per papan kini turun menjadi Rp3.000 per papan. Sementara petai berukuran lebih kecil dijual dua papan seharga Rp5.000. Di sisi lain, harga kabau juga turun cukup signifikan dari Rp100 ribu menjadi Rp60 ribu per kilogram.
Menurut Heni, penurunan harga terjadi karena pasokan petai dari berbagai daerah di Bengkulu sedang melimpah. Berbeda dengan petai asal Lampung yang tersedia hampir sepanjang tahun, petai lokal hanya banyak dijumpai saat musim panen sehingga stok di pasaran meningkat.
"Kalau petai Bengkulu lagi musim, stoknya masuk dari mana-mana. Karena barangnya banyak, harga ikut turun. Kalau petai dari Lampung hampir selalu ada, sedangkan petai Bengkulu harus menunggu musimnya," ujar Heni saat ditemui di Pasar Pulau Baai, Rabu (5/8/26).
Untuk memenuhi kebutuhan dagangan, Heni mengambil pasokan dari pengepul atau distributor sebanyak sekitar 15 empong dalam sekali pengambilan. Satu empong berisi sekitar 100 papan petai dan biasanya habis terjual dalam waktu dua hingga tiga hari.
Meski harga jual turun, Heni mengaku penjualan tetap berjalan cukup baik. Pada hari biasa, omzet yang diperoleh berkisar Rp200 ribu per hari dengan keuntungan bersih sekitar Rp80 ribu. Sementara saat akhir pekan, omzet dapat meningkat hingga sekitar Rp1 juta per hari dengan keuntungan bersih mencapai sekitar Rp200 ribu karena jumlah pembeli lebih ramai.
Heni berharap harga yang lebih terjangkau dapat menarik lebih banyak pembeli sehingga penjualan tetap stabil.
"Harapannya semoga dagangan semakin laris dan pembeli terus ramai," katanya.
Penulis: Shabrina Putri

