Bengkuluikobengkulu.com,-Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu bersama sejumlah lembaga teknis pelaksanaan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri Tentang Pengendalian Mutu Pelayanan KB di daerah ini segera mengambil langkah untuk mensosialisasikan keputusan tersebut hingga kabupaten dan kota di daerah ini.
Keputusan bersama 4 menteri tersebut di sepakati oleh Menteri Dalam Negeri, Menteri Kesehatan, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN serta Badan POM RI dalam rangka mengoptimalkan penyelenggaraan program KB dan kesehatan reproduksi. Dan untuk memastikan pelayanan KB sesuai dengan standar.
Guna mewujudkan pelayanan yang standar perlu disosialisasikan keputusan tersebut hingga di tingkat daerah dengan terbentuknya forum koordinasi pengendalian mutu pelayanan KB di daerah," kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., saat menerima audienasi bersama Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, DP3APPKB Bengkulu dan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bengkulu di ruang kerjanya, Kamis, (18/6/2026).
Keputusan tersebut memuat beberapa tujuan yaitu untuk menjamin mutu pelayanan KB agar setiap akseptor memperoleh pelayanan yang aman, efektif, dan sesuai standar medis. Melindungi hak peserta KB, sehingga mereka mendapatkan informasi yang lengkap dan dapat memilih metode kontrasepsi secara sukarela dan bertanggung jawab, serta Meningkatkan koordinasi lintas sektor dalam penyelenggaraan program KB antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan fasilitas pelayanan kesehatan.
Selain itu yang tidak kalah penting penekanan untuk mengurangi angka kegagalan dan komplikasi pelayanan KB melalui penerapan standar pelayanan dan pengawasan mutu. Dengan demikian dapat mendukung pencapaian program Bangga Kencana dalam mewujudkan keluarga berkualitas dan pertumbuhan penduduk yang seimbang.
Dikatakan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, capaian pelayanan KB dalam tiga bulan terakhir terus mengalami peningkatan, terlihat pada Mei 2026 capaian peserta KB baru sebanyak 9.607 akseptor dengan menggunakan berbagai jenis dan metode kotrasepsi. Berdasarkan data terkini dari Instalasi Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, stok alokon berupa suntik tersedia sebanyak 1.500 pcs. Pil Progestin tersedia sebanyak 600 siklus.
Dari ketersediaan alokon tersebut telah melayani 14.725 akseptor hingga Mei 2026, dengan 4.614 peserta di antaranya menggunakan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Dalam praktiknya, pengendalian mutu KB mencakup aspek tenaga pelayanan, sarana dan prasarana, alat-obat kontrasepsi, pencatatan dan pelaporan, serta pembinaan dan pengawasan pelayanan KB di lapangan.(***)
