KEPAHIANG – Kabupaten Kepahiang berhasil menorehkan prestasi dalam pemenuhan indikator tata kelola sektor agraria tingkat nasional. Kementerian Pertanian (Kementan) RI menetapkan Kabupaten Kepahiang sebagai salah satu dari hanya dua daerah di Provinsi Bengkulu yang dinyatakan lolos verifikasi administrasi dan berhak menerima kucuran bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) modern Tahun Anggaran 2026.
Penyerahan bantuan berskala besar dari Direktorat Jenderal Sarana dan Prasarana Pertanian Kementan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Kepahiang H. Zurdi Nata, S.IP. di halaman Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Kepahiang, Senin (11/5).
Acara ini dihadiri oleh Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BPMP) Bengkulu Shannora Yuliasari, Kepala Dinas Pertanian Kepahiang Taufik, jajaran penyuluh lapangan, serta pengurus kelompok tani.
Meskipun sukses mengamankan aset strategis pusat, Bupati Zurdi Nata langsung memasang benteng pengawasan yang ketat. Mengingat alsintan bantuan rawan disalahgunakan oleh oknum kelompok, kepala daerah mengeluarkan peringatan keras agar seluruh mesin tersebut murni digunakan untuk kepentingan mendongkrak produktivitas pangan rakyat, bukan instrumen komersial.
“Alsintan ini diberikan negara murni untuk membantu mempermudah kerja masyarakat, mempercepat olah lahan, dan menaikkan hasil panen. Ingat, jangan pernah dibisniskan atau dijadikan alat mencari keuntungan pribadi. Pengelola hanya diperbolehkan menarik biaya perawatan ringan yang besarnya harus sesuai dengan ketentuan regulasi yang berlaku,” tegas Zurdi Nata.
Distribusi Unit Mesin dan Mekanisme Pemanfaatan Petani
Guna memastikan pengelolaan alsintan berjalan secara akuntabel dan transparan, Dinas Pertanian mendistribusikan seluruh unit bantuan tersebut ke dalam sistem Brigade Pangan yang tersebar di wilayah kecamatan.
Berikut adalah rincian unit alsintan modern yang resmi diserahkan kepada lima Brigade Pangan di Kabupaten Kepahiang:
18 Unit Hand Tractor (Traktor Tangan): Dialokasikan untuk percepatan mekanisasi efisiensi proses pengolahan tanah dan pembukaan lahan sawah.
5 Unit Power Thresher (Mesin Perontok Padi): Dialokasikan untuk optimalisasi teknologi pascapanen guna menekan angka kehilangan hasil gabah (losses).
Bupati meminta para petani aktif berkoordinasi dan tidak ragu memanfaatkan fasilitas negara ini. Petani cukup menghubungi pengurus Brigade Pangan di kecamatan masing-masing untuk mengajukan jadwal penggunaan mesin operasional tersebut.
Sementara itu, Kepala BPMP Bengkulu, Shannora Yuliasari, membeberkan alasan di balik eksklusivitas penyerahan bantuan yang tahun ini hanya diterima oleh Kabupaten Kepahiang dan Kabupaten Seluma. Berdasarkan hasil audit tim pusat, mayoritas daerah lain tersandung masalah kesiapan dokumen administrasi dan ketidakjelasan verifikasi Calon Petani Calon Lahan (CPCL).
“Secara persyaratan administrasi dan komitmen kesiapan lapangan, hanya Kabupaten Kepahiang dan Kabupaten Seluma yang dinyatakan lolos dan siap. Kami berharap mekanisasi modern ini dapat mendorong lompatan produktivitas pertanian secara masif di Kabupaten Kepahiang,” urai Shannora.
Melalui sinergi ketat antara pemenuhan syarat administrasi dan pengawasan represif di lapangan, Pemkab Kepahiang optimistis transisi dari pertanian manual ke ekosistem modern ini mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendongkrak kesejahteraan ekonomi para petani di hulu menyurat.
