×

Pencarian

Adopsi Standardisasi Temanggung, Bupati Kepahiang Dorong Petani Kopi Terapkan Petik Merah

KEPAHIANG – Pemerintah Kabupaten Kepahiang kian serius melakukan cetak biru (blueprint) pembenahan mutu komoditas kopi lokal. Demi mengejar ketertinggalan kualitas, Bupati Kepahiang H. Zurdi Nata, S.IP, memimpin langsung studi banding strategis ke pusat pengolahan kopi modern di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.
Kunjungan kerja tersebut disambut langsung oleh Bupati Temanggung, Agus Setyawan. Kedua kepala daerah ini bahkan langsung turun ke lapangan meninjau Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Ngudi Lestari di Kecamatan Jumo, yang selama ini menjadi percontohan sukses tata kelola kopi nasional.

Bupati Kepahiang, Zurdi Nata, menegaskan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk menyerap rantai hulu-hilir industri kopi Temanggung, mulai dari sistem budidaya, standardisasi pascapanen, penguatan mutu, hingga strategi pemasaran digital.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Kabupaten Kepahiang sebenarnya memiliki modal geografis yang kuat dengan luas hamparan kebun kopi mencapai 26.000 hektare. Namun, produktivitas dan nilai jualnya di pasar nasional masih belum optimal akibat pola pengolahan yang mayoritas masih tradisional.

Ngopi bereng Bupati Kepahiang Bupati Temanggung, sebuah misi rahasia bupati tingkatkan kualitas kopi Kepahiang

“Saya melihat kopi kualitas asalan di Temanggung saja tingkat kecacatannya (defect) sudah sangat minim dengan kadar air terjaga di angka 16 persen. Di Kepahiang, standar seketat itu justru sudah masuk kategori kualitas super,” ungkap Zurdi Nata membandingkan realita lapangan, Minggu (15/2)

Zurdi Nata menambahkan, salah satu kunci utama yang membuat kopi Temanggung memiliki posisi tawar tinggi di mata eksportir adalah kedisiplinan petaninya dalam menerapkan sistem petik merah secara total.

“Pola disiplin petik merah dan ketatnya kontrol mutu inilah yang akan kita dorong dan terapkan di Kepahiang. Kita ingin mendongkrak nilai tambah yang muaranya adalah peningkatan kesejahteraan petani kita sendiri,” tegasnya optimis.

Langkah taktis Pemkab Kepahiang ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah setempat. Bupati Temanggung, Agus Setyawan, berharap transfer pengetahuan dan teknologi pascapanen ini bisa segera diimplementasikan di bumi hulu menyurat.

“Semoga ilmu dan pengalaman taktis yang diperoleh selama di Temanggung dapat langsung diterapkan di Kepahiang dan mampu memberikan dampak serta manfaat nyata bagi para petani perkebunan kopi di sana,” ujar Agus usai menyerahkan bantuan bibit kopi secara simbolis kepada Bupati Kepahiang.(adv)