KEPAHIANG – Efek kejut dari penataan birokrasi di Kabupaten Kepahiang dipastikan bakal terus berlanjut. Belum kering tinta pelantikan 98 pejabat eselon III dan IV, Bupati Kepahiang H. Zurdi Nata secara terbuka langsung melempar sinyal kuat akan menggelar mutasi jilid dua dalam waktu dekat.
Berbeda dengan gelombang pertama yang hanya menyasar pejabat administrator dan pengawas, perombakan susulan ini diproyeksikan jauh lebih strategis karena bakal menyentuh gerbong pejabat eselon II atau setingkat kepala dinas dan badan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang.
Sinyal panas tersebut dikonfirmasi langsung oleh Bupati Zurdi Nata usai memimpin prosesi pengambilan sumpah janji jabatan di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kepahiang, Jumat (30/1).
Zurdi Nata mengungkapkan bahwa rencana mutasi jilid dua ini bukan sekadar wacana, melainkan sudah masuk dalam tahapan administrasi resmi pemerintahan. Saat ini, berkas usulan perombakan kabinet jilid kedua itu sedang digodok dan dalam proses pengajuan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Ada, sekarang lagi berproses. Tidak hanya untuk eselon IV dan III saja, tetapi kali ini juga akan ada perombakan untuk jabatan eselon II,” ungkap Zurdi Nata secara blak-blakan saat menjawab pertanyaan awak media.
Ketika didesak mengenai kepastian waktu pelaksanaan serta berapa jumlah total pejabat eselon II yang masuk dalam daftar evaluasi kali ini, bupati masih memilih untuk menyimpan rapat-rapat nama-nama tersebut.
Ia menegaskan, eksekusi pelantikan jilid kedua ini sepenuhnya bergantung pada kecepatan keluarnya rekomendasi resmi dan hasil verifikasi dari BKN pusat.
“Semua masih dalam proses administrasi. Jika proses di pusat (BKN) sudah selesai, maka pelaksanaannya akan langsung kita segerakan. Cepat atau lambatnya tentu tergantung dari hasil proses tersebut,” pungkasnya taktis.
Langkah berani kepala daerah ini diprediksi bakal membuat tensi di lingkungan birokrasi Kepahiang menghangat. Evaluasi kinerja besar-besaran ini dinilai sengaja diambil oleh duet Zurdi Nata-Abdul Hafizh guna memastikan seluruh pos komando OPD diisi oleh figur yang memiliki akselerasi tinggi dan loyalitas penuh terhadap visi-misi pembangunan daerah di sisa masa jabatan mereka.(adv)
