×

Pencarian

Menghitung Hari, Pemkot Bengkulu Optimistis Proyek "Kampung Nelayan" Teluk Sepang Segera Disetujui Pusat

BENGKULU – Rencana besar Pemerintah Kota Bengkulu untuk menyulap kawasan Teluk Sepang menjadi Kampung Nelayan modern memasuki babak akhir. Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Bengkulu menyatakan seluruh dokumen persyaratan telah rampung dan kini nasib proyek strategis nasional tersebut berada dalam tahap evaluasi akhir di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI.

Tahap Verifikasi Akhir: Syarat Administrasi dan Lapangan Tuntas

Kepala DKP Kota Bengkulu, Wilhopi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah bekerja intensif untuk memenuhi standar kualifikasi yang ditetapkan pusat. Selain kelengkapan berkas, koordinasi lapangan juga telah dilakukan dengan mempertemukan langsung tim verifikasi Kementerian dengan masyarakat nelayan di Teluk Sepang.

“Kami sudah fasilitasi pertemuan antara tim Kementerian dengan warga lokal. Semua syarat, baik administrasi maupun kondisi faktual di lapangan, sudah kita penuhi secara maksimal. Sekarang kita tinggal menunggu hasil evaluasi akhir,” jelas Wilhopi, Selasa (21/4/2026).

Keputusan Keluar April-Mei Ini

Wilhopi memproyeksikan keputusan resmi terkait disetujuinya usulan ini akan keluar dalam waktu sangat dekat. Jika tidak ada hambatan berarti, hasil penilaian kelayakan tersebut diharapkan terbit antara akhir April atau awal Mei mendatang.

“Insya Allah, jika tim penilai menyatakan Teluk Sepang layak, maka keputusan pembangunan bisa keluar bulan ini atau bulan depan. Kami sangat optimistis karena potensi strategis Teluk Sepang sangat kuat untuk didorong menjadi pusat ekonomi nelayan baru,” tambahnya.

Transformasi Ekonomi Pesisir Bengkulu

Pembangunan Kampung Nelayan ini bukan sekadar penataan infrastruktur pemukiman, melainkan upaya sistematis untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat pesisir. Wilhopi berharap proyek ini menjadi stimulan bagi pertumbuhan ekonomi baru di Bengkulu, mengubah wajah kawasan pesisir menjadi lebih modern dan tertata.

“Harapan kami besar agar usulan ini segera terealisasi. Ini bukan hanya soal bangunan fisik, tapi soal masa depan kesejahteraan masyarakat nelayan di Kota Bengkulu,” pungkasnya. (adv)