×

Pencarian

BLINC 3.0 Resmi Dibuka: Seluruh Kabupaten/Kota di Bengkulu Diminta Siapkan Proyek Investasi Matang

BENGKULU — Pemerintah Provinsi Bengkulu secara resmi memulai agenda Kick Off Capacity Building BLINC 3.0 (Bencoolen Investment Challenge) Tahun 2026. Dalam pertemuan ini, seluruh pemerintah kabupaten dan kota diinstruksikan untuk segera memetakan dan mengemas potensi daerah menjadi proyek investasi yang matang guna menarik minat pemodal asing.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Santika Bengkulu, Rabu (15/4/2026), dihadiri oleh seluruh Sekretaris Daerah (Sekda) kabupaten/kota, Kepala Bapperida Provinsi Bengkulu Yuliswani, serta jajaran Kepala OPD terkait.

Fokus pada Pengemasan Proyek (Packaging)

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, menegaskan bahwa tantangan utama Bengkulu saat ini bukanlah minimnya potensi, melainkan cara mempromosikannya. Melalui BLINC 3.0, pemerintah daerah didorong untuk mengubah pola pikir dari sekadar menyodorkan data mentah menjadi proposal bisnis yang profesional.

"Potensi kita di sektor pertanian, perkebunan, dan pesisir sangat luar biasa. Namun, daerah harus mampu mengemasnya menjadi proyek yang siap ditawarkan (ready to offer). Investor global butuh kepastian data dan struktur proyek yang jelas," kata Wahyu.

Sinkronisasi Target Pembangunan

Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, menjelaskan bahwa inisiatif BLINC 3.0 adalah upaya kolektif untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi Bengkulu sebesar 8 persen pada tahun 2029. Ia menekankan bahwa keberhasilan investasi di tingkat kabupaten akan berdampak langsung pada penurunan angka kemiskinan di tingkat provinsi.

"Kami berharap kabupaten dan kota meningkatkan kapasitasnya dalam menyiapkan proyek investasi yang matang dan terstruktur. Ini bukan sekadar mencari modal, tapi menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat," ujar Herwan.

Konektivitas dan Infrastruktur

Selain penguatan administrasi proyek, Pemprov Bengkulu berkomitmen mendukung daerah dengan mempercepat pembangunan infrastruktur dan konektivitas antarwilayah. Hal ini dipandang penting untuk memastikan biaya logistik bagi calon investor tetap kompetitif.

Dengan dimulainya BLINC 3.0, diharapkan setiap  kabupaten/kota di Bengkulu memiliki minimal satu proyek unggulan yang telah memenuhi standar internasional untuk ditawarkan pada forum-forum investasi global mendatang. ***