×

Pencarian

Bekali 242 Mahasiswa Kimia UNIB Sertifikasi Internasional, Mafindo Dorong Penguasaan AI di Level Global

BENGKULU – Di tengah disrupsi teknologi yang kian masif, Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Wilayah Bengkulu mengambil langkah strategis dengan membekali 242 mahasiswa Jurusan Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Bengkulu (UNIB) melalui program internasional ‘AI Ready ASEAN’.

Pelatihan intensif yang fokus pada implementasi Artificial Intelligence (AI) dan Machine Learning ini bertujuan memastikan mahasiswa tidak hanya menjadi penonton, tetapi pemain yang memiliki kompetensi digital bersertifikasi global.

Menembus Sekat Geografis dan Akademik

Peserta Ai Ready ASEAN

Koordinator Wilayah Mafindo Bengkulu, Dr. Gushevinalti, M.Si., menegaskan bahwa penguasaan AI bukan lagi pilihan, melainkan instrumen krusial di dunia profesional. Melalui platform Learning Management System (LMS), para peserta ditempa untuk mendapatkan sertifikat internasional yang akan memperkuat portofolio karier mereka.

"Teknologi telah menghapus sekat geografis. Acara yang dipandu moderator dari Jakarta dan diikuti ratusan mahasiswa di Bengkulu ini membuktikan diskusi tingkat tinggi bisa dilakukan dari mana saja. Sertifikat ini adalah bukti nyata keterlibatan mahasiswa kita dalam ekosistem digital global," ujar Gushevinalti.

Ketua Jurusan Kimia FMIPA UNIB, Prof. Dr. Evi Maryanti, M.Si

Senada dengan hal tersebut, Ketua Jurusan Kimia FMIPA UNIB, Prof. Dr. Evi Maryanti, M.Si., mengapresiasi langkah Mafindo. Menurutnya, pemahaman teknis AI sangat dibutuhkan tenaga pendidik dan mahasiswa untuk mengoptimalkan proses pembelajaran dan riset ilmiah.

Dari 'Prompt Engineering' hingga Etika Digital

Tra


Pelatihan ini tidak hanya bicara teori, tetapi membedah AI dari hulu ke hilir melalui empat trainer:

  • Mika Oktarina: Mengupas sejarah dan konsep dasar kecerdasan buatan.
  • Rafinita Aditia: Membedah teknik Prompt Engineering—seni memberikan instruksi pada AI agar menghasilkan output yang akurat.
  • Muhammad Krisno: Menyoroti pergeseran dunia kerja. Ia menekankan bahwa AI melahirkan profesi baru seperti Content Creator berbasis AI, namun harus tetap berpijak pada etika digital.
  • Dani Fazli: Memberikan peringatan keras terkait keamanan data, mulai dari verifikasi dua faktor hingga perlindungan privasi di tengah masifnya alat AI.

Uniknya, peserta juga melakukan praktik langsung melalui platform code.org. Menggunakan simulasi ekosistem laut, para mahasiswa belajar bagaimana algoritma Machine Learning bekerja dalam mengenali pola dan mengklasifikasi data secara spesifik.

Bagian dari Target Nasional 50.000 Peserta
 

Presidium Mafindo, Septiaji Eko Nugroho


Presidium Mafindo, Septiaji Eko Nugroho, menjelaskan bahwa kegiatan di Bengkulu ini merupakan rangkaian ke-5 dari program nasional "AI Ready". Program ini merupakan hasil kolaborasi konsorsium besar antara Mafindo, Ruangguru, dan lembaga mitra lainnya.

"Kami menargetkan 50.000 penerima manfaat di seluruh Indonesia. Program ini tidak hanya mengejar kuantitas, tetapi kualitas kompetensi yang dapat dibuktikan secara digital. Kami ingin mahasiswa Indonesia menguasai etika dan teknis AI untuk mendukung riset serta karier mereka," pungkas Septiaji. ***