KEPAHIANG – Pemerintah Kabupaten Kepahiang terus memperkuat kualitas perencanaan pembangunan melalui pemanfaatan data, hasil evaluasi, serta pendekatan inovasi sebagai dasar dalam penyusunan kebijakan daerah. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari proses transformasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menuju Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida).
Kepala Bappeda Kabupaten Kepahiang, M. Salihin, M.Si., mengatakan bahwa kebutuhan pembangunan daerah semakin kompleks sehingga proses perencanaan tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan administratif. Setiap kebijakan dan program perlu didukung oleh data yang akurat, analisis yang kuat, serta inovasi yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan daerah.
Menurutnya, penguatan perencanaan berbasis data penting untuk memastikan program pembangunan memiliki sasaran yang jelas dan dapat diukur. Data juga menjadi dasar dalam menentukan prioritas sehingga keterbatasan sumber daya dan anggaran dapat diarahkan pada program yang memberikan dampak paling besar bagi masyarakat.

Selain pemanfaatan data, penguatan fungsi riset dan inovasi juga menjadi bagian penting dalam arah pengembangan kelembagaan ke depan. Melalui Bapperida, fungsi perencanaan pembangunan diharapkan semakin terintegrasi dengan kegiatan penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan inovasi daerah.
Perubahan tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan Pemerintah Kabupaten Kepahiang dalam merumuskan kebijakan yang lebih adaptif terhadap berbagai tantangan pembangunan, baik pada sektor ekonomi, infrastruktur, pelayanan dasar, pengentasan kemiskinan, maupun pengembangan potensi unggulan daerah.
Salihin menilai kolaborasi juga menjadi faktor penting dalam mendorong lahirnya inovasi daerah. Pemerintah daerah perlu membangun sinergi dengan perangkat daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan untuk menghasilkan gagasan dan solusi yang dapat diterapkan secara nyata.
Dalam proses menuju Bapperida, penguatan kualitas sumber daya manusia serta sistem pengelolaan data juga menjadi perhatian. Integrasi data antarperangkat daerah diperlukan agar informasi yang digunakan dalam proses perencanaan memiliki standar yang sama, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Bappeda Kabupaten Kepahiang terus mendorong setiap perangkat daerah untuk menggunakan data dan hasil evaluasi sebagai dasar dalam penyusunan program. Dengan demikian, pembangunan tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan, tetapi juga pada pencapaian hasil dan manfaat yang dirasakan masyarakat.
Transformasi menuju Bapperida diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat budaya perencanaan yang lebih modern, terukur, dan inovatif di Kabupaten Kepahiang. Melalui perencanaan berbasis data serta penguatan fungsi riset dan inovasi, Pemerintah Kabupaten Kepahiang menargetkan kebijakan pembangunan yang semakin tepat sasaran, efektif, dan berkelanjutan.

