Rejang Lebong – Bukit Kaba tak lagi hanya dipandang sebagai destinasi pendakian dan lokasi berkemah. Di balik aktivitas pendakian yang selama ini menjadi magnet utama wisatawan, kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Kaba ternyata memiliki potensi wisata yang jauh lebih beragam.
Data yang disampaikan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bukit Kaba menyebutkan, jumlah kunjungan wisatawan ke kawasan tersebut dalam setahun terakhir terus meningkat dan mencapai sekitar 3.000 orang setiap bulan.
Menariknya, sekitar 80 persen wisatawan berasal dari luar Kabupaten Rejang Lebong, bahkan mayoritas di antaranya berasal dari luar Provinsi Bengkulu.
Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong untuk mulai melihat pengembangan TWA Bukit Kaba secara lebih luas. Tidak hanya pendakian, pemerintah daerah bersama Pokdarwis dan volunteer akan mendorong pengembangan berbagai potensi lain, mulai dari wisata dirgantara, olahraga petualangan, ekowisata hingga agrowisata.
Hal tersebut disampaikan Plt. Bupati Rejang Lebong, Dr. Hendri, S.STP., M.Si., saat menerima audiensi Pokdarwis dan volunteer Bukit Kaba, Jumat (28/8/2026).
Hendri mengatakan, TWA Bukit Kaba yang berada di bawah kewenangan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Bengkulu memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan dengan tetap memperhatikan kewenangan dan aspek konservasi kawasan.
Pemkab Rejang Lebong, lanjut Hendri, mendukung pengembangan sektor pariwisata karena dinilai dapat memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat sekaligus membuka peluang lapangan pekerjaan.
“Kita ingin sektor wisata ini bisa memberikan perubahan ekonomi yang signifikan bagi masyarakat, juga menjadi salah satu sektor yang bisa menekan angka pengangguran di daerah, selain memberikan manfaat untuk daerah,” ungkap Hendri.
Salah satu potensi yang mulai mendapat perhatian adalah wisata paralayang. Komite Paralayang Indonesia (KPI) Kabupaten Rejang Lebong sebelumnya telah melakukan uji coba penerbangan dari kawasan puncak Bukit Kaba menuju Desa Sumber Urip. Menurut Hendri, berdasarkan laporan pengurus paralayang, kawasan tersebut dinilai layak untuk dikembangkan sebagai lokasi wisata paralayang.
“Laporan dari pengurus paralayang, areal Bukit Kaba layak dijadikan lokasi untuk wisata paralayang. Berarti sudah ada beberapa site di Kabupaten Rejang Lebong ini untuk dijadikan lokasi wisata paralayang,” jelasnya.
Namun, pengembangan wisata paralayang di kawasan tersebut masih membutuhkan komunikasi lebih lanjut antara Pemkab Rejang Lebong dengan BKSDA Provinsi Bengkulu mengingat TWA Bukit Kaba berada di bawah kewenangan BKSDA.
“Tinggal lagi seperti apa komunikasi lanjutan antara Pemkab dan BKSDA untuk pengembangan wilayah tersebut,” tambah Hendri.
Pengembangan wisata juga tidak hanya diarahkan pada kawasan puncak Bukit Kaba. Desa-desa penyangga di kaki gunung, termasuk Desa Sumber Urip, memiliki potensi pertanian dan kearifan lokal yang dapat dikembangkan dalam konsep ekowisata dan agrowisata.
Menurut Hendri, pengembangan tersebut akan dibahas lebih lanjut bersama Pokdarwis dan volunteer. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah studi banding Pokdarwis Bukit Kaba ke kawasan Gunung Kerinci pada bulan depan. Studi banding tersebut akan dilakukan secara mandiri untuk mempelajari pengelolaan kawasan pendakian sekaligus pengembangan potensi wisata.
“Kita berharap bisa membawa banyak hasil dari studi banding tersebut. Termasuk bagaimana pengembangan wisata paralayang dari puncak Sumatera tersebut,” tegas Hendri.
Ketua Pokdarwis Bukit Kaba, Yulian Adi Pratama, mengatakan pihaknya siap mendukung rencana Pemkab Rejang Lebong dalam mengembangkan berbagai potensi wisata di kawasan TWA Bukit Kaba. Adi menyebut, Pokdarwis bersama volunteer selama ini telah terlibat dalam pengelolaan kawasan serta aktivitas wisata di Bukit Kaba.
“Kami siap mendukung program pemerintah daerah dalam pengembangan potensi wisata di Bukit Kaba. Selama ini Pokdarwis bersama teman-teman volunteer juga terus berupaya untuk ikut mengelola dan mengembangkan kawasan ini,” ujar Adi.
Ia berharap pemerintah daerah memberikan dukungan terhadap pengelolaan kawasan yang selama ini dilakukan Pokdarwis dan volunteer, terutama dalam upaya mengembangkan potensi wisata yang ada.
“Kami berharap dukungan penuh dari pemerintah daerah terhadap pengelolaan kawasan TWA Bukit Kaba yang selama ini sudah dilakukan oleh Pokdarwis dan volunteer,” katanya.
Pengembangan TWA Bukit Kaba selanjutnya akan dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait, termasuk BKSDA Provinsi Bengkulu sebagai pihak yang memiliki kewenangan terhadap kawasan konservasi tersebut.(**)
