BENGKULU — Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui program bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Pada tahun 2026, sebanyak 58 unit rumah warga akan mendapatkan program peningkatan kualitas hunian yang tersebar di sejumlah kelurahan di Kota Bengkulu.
Program tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat memiliki tempat tinggal yang aman, sehat, dan layak.
Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi mengatakan, persoalan hunian masyarakat menjadi perhatian penting pemerintah daerah. Menurutnya, masih terdapat warga yang tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan sehingga membutuhkan intervensi pemerintah.
“Kami ingin memastikan tidak ada lagi warga Kota Bengkulu yang tinggal di rumah tidak layak, bahkan masih ada yang beralaskan tanah. Ini menjadi tanggung jawab moral pemerintah untuk menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat,” ujar Dedy Wahyudi.
Bedah Rumah Tidak Hanya Perbaiki Bangunan
Melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Bengkulu, program bedah rumah tidak hanya difokuskan pada perbaikan fisik bangunan.
Pemerintah juga menjadikan program tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperbaiki kualitas lingkungan tempat tinggal, meningkatkan sanitasi, serta mendukung pengentasan kemiskinan.
Kepala Bidang Kawasan Permukiman Dinas Perkim Kota Bengkulu, Lepi Nurseha, mengatakan penerima program telah melalui tahapan pendataan dan verifikasi lapangan.
Proses tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan diberikan kepada warga yang benar-benar membutuhkan.
“Untuk tahun ini ada alokasi sebanyak 58 unit rumah yang akan dibedah di berbagai kelurahan di Kota Bengkulu,” kata Lepi.
Rumah dengan Kerusakan Berat Jadi Prioritas
Lepi menjelaskan, kondisi bangunan menjadi salah satu indikator utama dalam menentukan penerima bantuan.
Rumah yang mengalami kerusakan berat dan berpotensi membahayakan keselamatan penghuni menjadi prioritas dalam program bedah rumah.
“Prioritas kami adalah rumah yang memang sudah tidak layak, terutama yang mengalami kerusakan fisik cukup berat. Setelah diperbaiki, keluarga yang tinggal di dalamnya bisa memiliki hunian yang lebih aman dan nyaman,” jelasnya.
Menurutnya, program peningkatan kualitas rumah masyarakat membutuhkan dukungan berbagai pihak agar manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak warga.
Pemkot Bengkulu terus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah kelurahan, dunia usaha, hingga lembaga sosial.
Kolaborasi Jadi Kunci Penyediaan Hunian Layak
Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menegaskan, persoalan hunian masyarakat tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan anggaran pemerintah.
Menurutnya, semangat gotong royong dan kerja sama berbagai pihak menjadi faktor penting dalam memperluas manfaat program sosial tersebut.
“Pembangunan dan perbaikan rumah warga harus dilakukan bersama. Pemerintah membuka ruang kerja sama agar semakin banyak masyarakat yang bisa kita bantu,” tegas Dedy.
Melalui program bedah rumah RTLH, Pemkot Bengkulu berharap semakin banyak masyarakat memperoleh hunian yang lebih layak, nyaman, dan sehat.
Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menciptakan Kota Bengkulu yang lebih sejahtera dengan memperhatikan kebutuhan dasar masyarakat.

