Bengkulu-Ikobengkulu.com,-Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu dr. H. Zamhir Setiawan., M.Epid menyampaikan, peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum untuk melihat makna perjuangan dalam perspektif keluarga. Semangat perjuangan kemerdekaan memiliki kesamaan dengan perjuangan seorang ibu dalam memberikan ASI, khususnya eksklusif bagi buah hati.
" Air Susu Ibu (ASI) eksklusif dan kemerdekaan memiliki kesamaan yaitu " Perjuangan. Ada tiga persamaan dalam makna hari kemerdekaan dan ASI eksklusif. Kesamaan yang pertama, ASI eksklusif dan kemerdekaan adalah modal dasar pembangunan bangsa, jadi bagaimana kita mewujudkan bangsa Indonesia yang besar di masa depan". Membangun bangsa diawali dengan kemerdekaan, tanpa kemerdekaan kita tidak akan bisa membangun bangsa Indonesia yang berkelanjutan. Sementara, ASI eksklusif, kita juga bisa mewujudkan generasi masa depan yang berkualitas.
Persamaan yang kedua dari ASI dan Kemerdekaan itu adalah " HAK ", dimana keduanya merupakan hak. Kemerdekaan adalah hak asasi setiap manusia, dan ASI eksklusif adalah hak setiap bayi yang lahir hak itu diatur perundang-undangan di tanah air. Di Indonesia, hak bayi untuk mendapatkan ASI eksklusif dijamin secara hukum melalui Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan (pasal pengganti UU No. 36 Tahun 2009) serta dipertegas dalam Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2012 tentang Pemberian ASI Eksklusif,"
Dan, adanya kesamaan dalam"Semangat" meraih kemerdekaan adanya semangat dalam kebersamaan, kegotong royongan dan semangat dalam perjuangan. Demikian itu disampaikan Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu dr. H. Zamhir Setiawan., M.Epid pada acara Z-TALK Yuo Tube, Media Center Produktion (MPC) Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu dalam rangkaian peringatan HUT RI ke 81/2026 di Bengkulu, Jumat,(14/8/2026).
ASI eksklusif juga harus ada kerjasama dalam keluarga, yang tidak hanya tanggung jawab ibu, tetapi ada tanggung jawab kolektif baik melalui tindakan dukungan dan kesempatan bagi ibu untuk memberikan ASI eksklusif bagi bayi, yang artinya ada kebersamaan dalam keluarga. Seorang ibu penuh perjuangan mulai dari hamil, melahirkan hingga menyusui bayi adalah perjuagan yang tak ada kalahnya dengan perjuangan pahlawan. Pemberian ASI eksklusif bukan sekadar pemenuhan kebutuhan nutrisi bayi, tetapi menjadi salah satu langkah penting dalam mempersiapkan generasi yang sehat dan berkualitas. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan membutuhkan komitmen, kesabaran serta dukungan dari keluarga dan lingkungan," tambah dr. Zamhir
Dia menambahkan, pemberian ASI eksklusif adalah bentuk investasi jangka panjang dan jangka pendek baik bagi keluarga maupun pembangunan bangsa. Jangka pendek ASI investasi ekonomi yang dapat menekan biaya pemenuhan gizi melalui susu tambahan, sementara jangka panjang ASI sebagai investasi menghadirkan angkatan kerja yang cerdas, produktif karena memiliki daya saing. ASI eksklusif menjadi salah satu bentuk nyata perjuangan tersebut, karena dari keluarga yang sehat diharapkan lahir generasi Indonesia yang kuat, mandiri dan berkualitas," ujar dr. Zamhir.(***)
