IKBENGKULU – Suasana di Kawasan Soeprapto Kota Bengkulu, kini tak lagi seramai beberapa tahun lalu. Kawasan yang dahulu ramai dipadati masyarakat tersebut mulai terlihat lengang, dengan sejumlah ruko dijual dan beberapa lainnya beralih fungsi menjadi konter handphone dan servis elektronik.
Kondisi ini mulai dirasakan sejak pandemi COVID-19. Menurunnya aktivitas masyarakat membuat jumlah pelanggan berkurang dan berdampak pada pendapatan pedagang.
Irwan, salah satu pedagang rujak mengatakan kondisi Jalan Soeprapto jauh berbeda dibandingkan sebelum pandemi.
“Dulu ramai sampai sering macet, sekarang siang maupun malam sudah sepi. Orang yang singgah juga semakin jarang, jadi penjual juga berkurang bahkan sampai larut malam juga” ujarnya. Rabu (13/8/2026).
Menurut Irwan, sepinya kawasan membuat sejumlah pelaku usaha kesulitan bertahan. Beberapa toko memilih tutup, sementara pemilik ruko lainnya mulai menjual tempat usahanya.
Rudi, pedagang pop ice, mengatakan kondisi paling terasa pada hari biasa. “Kalau malam lebih sepi lagi, aktivitas masyarakat tidak banyak seperti dulu,” katanya. Rabu (13/8/2026
Rudi juga menilai perubahan kawasan cukup terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Banyaknya ruko yang tutup atau berganti fungsi menunjukkan aktivitas ekonomi di Jalan Soeprapto tidak lagi seramai sebelumnya.
Para pedagang berharap pemerintah dapat memberikan perhatian untuk kembali menghidupkan kawasan tersebut. Menurut Irwan, kegiatan masyarakat dan program UMKM dapat menjadi salah satu cara menarik kembali pengunjung ke Jalan Soeprapto
Penulis : Fajar alam

