×

Pencarian

Campur Tangan Baznas Urai Stunting, Ratusan Anak Lebong Dapat Intervensi Nutrisi

Bengkulu,ikobengkulu.com,-Upaya mengurai persoalan stunting dan kekurangan gizi tidak cukup hanya mengandalkan intervensi pemerintah. Di Kabupaten Lebong, kepedulian masyarakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) ikut mengambil bagian dalam memperkuat pemenuhan kebutuhan nutrisi anak yang terpapar stunting.

Sentuhan itu hadir pada Senin, 10 Agustus 2026, ketika Baznas menyalurkan bantuan berupa protein nabati dan paket nutrisi kepada keluarga yang memiliki anak stunting berisiko maupun terpapar kekurangan gizi dan stunting. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, merilis angka prevalensi stunting Kabupaten Lebong masih berada pada angka 22,7 persen.

Bantuan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang cukup pada masa pertumbuhan. Tidak sekadar memberikan bantuan, intervensi ini sekaligus menjadi bentuk kepedulian terhadap keluarga yang membutuhkan dukungan dalam memenuhi kebutuhan pangan bergizi. Langkah kolaboratif ini wujud nyata intervensi stunting perlu campur tangan pentahelix," kata Bupati Lebong Azhari,S.H., M.H, di Tubei, Senin,(10/8/2026).

" Kita berharap agar kepedulian ini berlangsung berkesinambungan yang dilakukan oleh semua elemen pemerintah dan masyarakat. Agar seluruh OPD memahami satu hal tentang penanganan stunting yang terbilang tinggi di Lebong. Target kita bukan sekadar menurunkan angka. Tetapi memastikan tidak ada lagi anak Kabupaten Lebong yang kehilangan masa depannya karena stunting."Satu keluarga yang kita dampingi hari Ini, akan menjadi satu generasi hebat dimasa depan. Bersama GENTING, wujudkan Lebong bebas stunting." pinta Bupati Azhari.

Di tengah persoalan stunting yang membutuhkan penanganan lintas sektor, keterlibatan Baznas memperlihatkan bahwa upaya perbaikan gizi dapat dilakukan melalui berbagai kekuatan yang ada di masyarakat. Baznas Lebong ikut ambil peran dengan campur tangan mengurai stunting di Kabupaten Lebong dengan menyalurkan bantuan pemenuhan protein dan nutrisi bagi 119 anak terpapar stunting," kata Ketua BAZNAS Kabupaten Lebong Juniardi Noto, S.Sos.I kepada awak media di Tubei.

Ia menjelaskan, program penanganan stunting adalah untuk kemaslahatan umat sebagai bentuk empati bersama meningkatkan kualitas kesehatan anak bangsa." Program ini masuk dalam sejumlah Rencana Kerja Tahunan (RKT) BAZNAS Kabupaten Lebong. Sasaran peneriman manfaat sebanyak itu diyakini tepat sasaran, pasalnya telah berkoordinasi bersama BAZNAS tingkat kecamatan.
Secara keseluruhan, BAZNAS Kabupaten Lebong telah menganggarkan dana sebesar Rp.60 juta untuk program penanganan stunting.

BAZNAS menyalurkan bantuan pemenuhan protein berupa telur ayak dan paket nutrisi. Selain itu, tambah Juniardi secara konsen menjalankan program peduli pendidikan bagi anak-anak yatim, piatu, serta anak terlantar yaitu anak korban perceraian dan dirawat oleh kerabat seperti nenek atau kerabat dekat.

"Besaran bantuan pendidikan yang diberikan adalah sesuai tingkatannya, untuk jenjang SD Rp.300 ribu per siswa per semester. Kemudian Jenjang SMP Rp.420 ribu per siswa per semester. Hingga saat ini, sebanyak 540 siswa telah terdata sebagai penerima bantuan beasiswa," rinci Juniardi.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu dr.H.Zamhir Setiawan., M.Epid. merespon positif kolaborasi penanganan stunting di Lebong yang telah mengandeng unsur multi pihak. " Protein nabati menjadi salah satu bagian penting dari paket bantuan. Sumber protein tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi anak, terutama bagi keluarga yang memiliki keterbatasan dalam menyediakan pangan bergizi secara rutin.

dr. Zamhir, menyampaikan, bahwa penanganan stunting tidak berhenti pada ukuran tinggi dan berat badan anak. Kekurangan asupan gizi dalam jangka panjang dapat memengaruhi tumbuh kembang dan kualitas sumber daya manusia (SDM) di masa depan. Karena itu, intervensi sejak dini menjadi bagian penting dalam memutus mata rantai stunting. Yang dapat dimulai terhadap keluarga bersiko stunting (KRS) di Provinsi Bengkulu yang mencapai 10 ribu lebih diantaranya terdapat sebanyak 407 KRS dengan risiko tinggi di Lebong.(***)