×

Pencarian

Dukung Hilirisasi Riset SINERGI Batch 2 Tahun 2026, Kemendukbangga/BKKBN Bengkulu Gandeng UNIB

Bengkulu,ikobengkulu.com,– Upaya mendukung implementasi kebijakan pembangunan kependudukan dan pencapaian Desain Besar Pembangunan Kependudukan (DBPK). Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Kamis, pekan pertama Agustus 2026 berkoordinasi bersama Universitas Bengkulu mengimplementasikan proposal Hilirisasi Riset - SINERGI batch 2 Tahun 2026 oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek). Sinergitas bersama UNIB sebagai perguruan tinggi mitra untuk memastikan kesesuaian substansi proposal dengan prioritas pembangunan kependudukan nasional.

Hal itu disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., usai menggelar koordinasi bersama Dekan FISIP UNIB Prof. Dr. Drs. H. Sugeng Suharto, M.M., M.Si., dan jajarannya Dosen Program Studi S1 Administrasi Publik di FISIP, Kepala Laboratorium Administrasi Publik  Universitas Bengkulu, Jatmiko Yogopriyatno, S.IP., M.Si., di Kantor Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Kamis,(6/8/2026).

Kolaborasi Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu bersama Universita Bengkulu ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan hasil penelitian agar dapat diimplementasikan menjadi kebijakan dan inovasi yang berdampak langsung bagi pembangunan kependudukan dan keluarga.

"Melalui aksi ini, proposal kolaborasi antara Perwakilan BKKBN Provinsi dan perguruan tinggi berkesempatan menghasilkan proposal riset yang berfokus pada penyelesaian isu strategis sesuai indikator Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) di Bengkulu. Sehingga hasil riset dapat mendukung implementasi kebijakan pembangunan kependudukan dan pencapaian Desain Besar Pembangunan Kependudukan (DBPK)," harap dr. H. Zamhir.

Kerjasama tersebut menjadi bagian dari penguatan sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam mendorong hilirisasi hasil riset, khususnya pada bidang analisis demografi, pembangunan keluarga, percepatan penurunan stunting, bonus demografi, serta penguatan kualitas sumber daya manusia.

"Hilirisasi riset merupakan langkah strategis agar hasil penelitian tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi benar-benar menjadi solusi yang dapat diterapkan untuk mendukung pembangunan keluarga, pengendalian penduduk, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. UNIB menjadi mitra strategis dalam mewujudkan tujuan tersebut," ujar Zamhir.

Ia menjelaskan, Kemendukbangga/BKKBN memiliki berbagai data dan program yang dapat menjadi objek penelitian bagi sivitas akademika. Sebaliknya, hasil kajian ilmiah dari perguruan tinggi akan menjadi masukan penting dalam penyusunan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy) di bidang kependudukan dan pembangunan keluarga.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bengkulu, Prof. Dr. Drs. H. Sugeng Suharto, M.M., M.Si., menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, terutama dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

"Program Hilirisasi Riset SINERGI memberikan ruang bagi dosen dan peneliti untuk menghasilkan karya ilmiah yang tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan publik," kata Prof. Sugeng.

Ia menambahkan, FISIP UNIB siap mendukung pengembangan riset-riset strategis di bidang analisis demografi, kebijakan kependudukan, pembangunan keluarga, serta evaluasi berbagai program prioritas Kemendukbangga/BKKBN. Melalui kolaborasi ini, Kemendukbangga/BKKBN Bengkulu dan UNIB berharap lahir berbagai inovasi, model intervensi, serta rekomendasi kebijakan yang mampu menjawab tantangan pembangunan di daerah. Hasil riset yang dihasilkan juga diharapkan dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah sebagai dasar penyusunan program pembangunan yang lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan.(***)