IKOBENGKULU – Di balik terjaganya kebersihan Kota Bengkulu, terdapat peran petugas pengangkut sampah yang setiap hari mengangkut sampah dari permukiman warga menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Air Sebakul, Kota Bengkulu. Meski harus bekerja sejak dini hari hingga malam, mereka tetap menjalankan tugas agar sampah tidak menumpuk di lingkungan masyarakat.
Salah seorang petugas pengangkut sampah, Hasbi (62), mengatakan telah menjalani pekerjaan tersebut selama tiga tahun delapan bulan. Dalam sepekan, ia mengangkut sampah sebanyak tiga kali dengan jadwal yang menyesuaikan kondisi di lapangan karena volume sampah dari pelanggan tidak selalu tersedia setiap hari.
Hasbi melayani pengangkutan sampah di wilayah Sukarami, Sumur Dewa, Timur Indah, dan Pancor Mas dengan cakupan sekitar 200 kepala keluarga. Ia mulai bekerja sejak subuh hingga sekitar pukul 20.30 WIB. Dalam sekali pengangkutan, volume sampah yang dibawa menuju TPA Air Sebakul dapat mencapai sekitar satu ton bahkan lebih.
Menurut Hasbi, kelancaran proses pembuangan sampah juga bergantung pada kondisi fasilitas di lokasi pembuangan. Ia berharap fasilitas di TPA Air Sebakul dapat ditingkatkan agar proses pembuangan sampah berjalan lebih lancar.
"Kalau bisa tempat pembuangannya dipermanenkan supaya tidak ada kendala," ujar Hasbi saat diwawancarai Selasa (14/7).
Petugas pengangkut sampah lainnya, Putra (35), mengaku telah menekuni profesi tersebut selama 15 tahun. Setiap hari ia mengangkut sampah dari berbagai wilayah di Kota Bengkulu mulai pukul 05.30 WIB hingga sore atau malam hari, bergantung pada banyaknya sampah yang harus diangkut.
Putra mengatakan kendala yang paling sering dihadapi selama bekerja adalah kerusakan armada pengangkut. Menurutnya, kondisi kendaraan sangat memengaruhi kelancaran proses pengangkutan sampah menuju TPA.
"Harapan saya sehat, mobil juga sehat, dan tempat pembuangannya lancar," kata Putra.
Meski menghadapi berbagai tantangan, para petugas pengangkut sampah tetap berupaya menjalankan tugasnya demi menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan sampah dari permukiman warga dapat terangkut menuju TPA Air Sebakul.
Penulis: Fiza Pratisya Zuinara

