IKOBENGKULU – Harga cabai merah di Pasar Panorama, Kota Bengkulu, belum menunjukkan pergerakan berarti. Pada Selasa (14/7/2026), komoditas tersebut masih dijual antara Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram.
Harga tersebut telah bertahan dalam beberapa hari terakhir. Ketersediaan barang di tingkat pedagang juga masih mencukupi untuk memenuhi permintaan masyarakat.
Berbeda dengan cabai merah, harga cabai rawit masih berada pada tingkat yang lebih tinggi. Kondisi ini dipengaruhi pasokan cabai rawit yang belum merata di pasaran.
Salah seorang pedagang, Aji, menyebut kelancaran pasokan dari petani menjadi faktor yang menahan kenaikan harga. Cuaca yang relatif baik turut mendukung produksi dan pengiriman cabai ke pasar.
“Stok dari petani masih aman karena cuaca mendukung. Kalau cuaca memburuk, biasanya pasokan berkurang dan harga bisa naik,” kata Aji.
Menurutnya, kestabilan harga penting bagi pedagang karena turut memengaruhi daya beli masyarakat. Ia berharap kondisi tersebut bertahan agar stok yang tersedia dapat terjual tanpa terganggu lonjakan harga.
Aktivitas pembelian cabai di Pasar Panorama juga mulai mengalami peningkatan dibandingkan beberapa hari sebelumnya. Meski demikian, pedagang masih mencermati kondisi cuaca yang dapat sewaktu-waktu memengaruhi produksi dan distribusi.
Hayati, salah seorang pembeli, mengaku harga cabai merah saat ini masih dalam batas terjangkau. Ia berharap harga tidak kembali mengalami kenaikan.
“Sekarang sekitar Rp30 ribu sampai Rp35 ribu per kilogram. Semoga tetap stabil, kalau bisa harganya turun lagi,” ujarnya.
Selama pasokan dari daerah penghasil tetap lancar, harga cabai diperkirakan masih dapat bertahan. Namun, berkurangnya hasil panen atau terganggunya distribusi berpotensi kembali mendorong kenaikan harga di pasar.
Penulis : Alam

