×

Pencarian

Cita Rasa Kue Ketan Gula Merah Masih Jadi Primadona Pasar Panorama

IKOBENGKULU – Kuliner tradisional yang dijual di Pasar Panorama, Kota Bengkulu, masih menjadi pilihan masyarakat di tengah menjamurnya makanan modern. Beragam jajanan seperti ketan, donat gula merah, gelang-gelang, dan aneka kue pasar tetap diminati karena memiliki cita rasa khas, harga yang terjangkau, serta mampu membangkitkan kenangan bagi para pembelinya.

Salah seorang pedagang kue tradisional, Tini (45), mengatakan dirinya baru sekitar satu bulan membantu berjualan di lapak yang telah beroperasi selama lima tahun. Menurutnya, kue ketan dan donat gula merah menjadi produk yang paling banyak dicari oleh pelanggan.

"Yang paling diminati pembeli itu kue ketan sama donat gula merah. Alhamdulillah masih banyak yang mencari, terutama ibu-ibu. Semua kue masih dibuat dengan resep tradisional, jadi rasanya tetap sama seperti dulu. Kami mulai membuat kue sejak subuh supaya saat dijual masih hangat dan segar," ujar saat diwawancari pada (10/7/26).

Tini menjelaskan, seluruh kue dibuat menggunakan resep tradisional tanpa mengubah cita rasa aslinya. Kue-kue tersebut dijual dengan harga mulai dari Rp1.000 per buah, sementara lapak buka setiap hari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.

Di sisi lain, pembeli bernama Raudah (52) mengaku lebih memilih membeli makanan tradisional di Pasar Panorama karena cita rasanya yang tidak berubah sejak dulu. Menurutnya, makanan tradisional di pasar tersebut memberikan kesan nostalgia yang membuatnya terus kembali berbelanja.

"Saya lebih memilih membeli makanan tradisional di Pasar Panorama karena rasanya mengingatkan saya waktu masih muda dulu. Selain dekat dari rumah, rasanya juga tidak pernah berubah, tetap enak. Yang paling sering saya beli itu gelang-gelang rasa gula merah, karena menurut saya rasanya memang paling enak," kata Raudah.

Kue gelang-gelang gula merah menjadi salah satu jajanan favorit Raudah setiap kali berkunjung ke Pasar Panorama. Selain rasanya yang khas, ia menilai kualitas makanan tradisional yang dijual para pedagang masih tetap terjaga hingga sekarang.

Keberadaan pedagang dan pembeli yang tetap setia terhadap kuliner tradisional menunjukkan bahwa jajanan pasar masih memiliki tempat di hati masyarakat. Di tengah perkembangan makanan modern, kuliner tradisional tetap menjadi bagian dari identitas budaya yang perlu dipertahankan.

Tini berharap penjualan kue tradisional terus meningkat dan semakin banyak masyarakat, terutama generasi muda, yang tertarik mencicipi serta melestarikan kuliner tradisional. Dengan demikian, keberadaan jajanan khas daerah dapat terus bertahan dan menjadi salah satu daya tarik Pasar Panorama di Kota Bengkulu.

Penulis : (Yeyen)