×

Pencarian

Taman Remaja Bengkulu Terbengkalai, Aktivitas Pedagang Kena Dampak

IKOBENGKULU — Kawasan wisata Taman Remaja Kota Bengkulu saat ini dalam kondisi terbengkalai dan tidak terawat. Kondisi tersebut berdampak langsung pada penurunan omset para pedagang kuliner yang beroperasi di sekitar area taman akibat sepinya pengunjung.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Jumat (10/7/2026) pukul 10.46 WIB, fasilitas di dalam taman tampak rusak dan dipenuhi semak belukar. Penurunan aktivitas ekonomi ini sangat dirasakan oleh pelaku usaha kecil yang menggantungkan hidup di kawasan tersebut jika dibandingkan dengan saat taman masih beroperasi aktif.

Wislen (40), seorang pedagang es tebu yang sudah 15 tahun berjualan di kawasan tersebut, menyatakan adanya perbedaan mencolok antara kondisi Taman Remaja dulu dan sekarang.

"Perbedaan taman yang dulu dan sekarang jauh berbeda. Dulu lebih bersih dan terawat, sekarang tidak terawat lagi," kata Wislen saat ditemui di lapak dagangannya, Jumat (10/7/2026).

Wislen menjelaskan, saat ini aktivitas jual beli di lapaknya hanya berada di tingkat standar. Kawasan tersebut biasanya baru akan sedikit ramai pada hari Sabtu dan Minggu atau saat hari libur sekolah. Meski sepi, ia memilih bertahan membuka lapak dari pukul 10.00 hingga 18.00 WIB karena lokasi sekitar taman yang teduh.

"Harapannya taman ini dibangun lagi, dijaga kebersihannya, dan akses jalan diperbaiki," ujarnya.

Kondisi serupa dirasakan oleh Sri, pedagang generasi kedua yang meneruskan usaha kuliner keluarga "Pempek Pak Man" di sekitar taman. Sri menjual pisang molen, es kopyor, dan pempek panggang dari pukul 08.00 WIB hingga waktu Magrib. Usaha tersebut sudah berjalan lama sejak kondisi Taman Remaja masih bagus.

"Pengaruh taman terbengkalai ini ya penjualan agak sepi. Untungnya yang beli di sini kebanyakan sudah tahu karena dari zaman orang tua dulu, jadi bisa dibilang banyak langganan. Selain itu, ada juga orang-orang baru," ujar Sri.

Sri menambahkan, omset penjualan biasanya terbantu pada akhir pekan karena masih ada warga yang datang untuk duduk santai di sekitar taman. Mengenai kebersihan lingkungan lapak, ia mengaku sejauh ini tidak ada kendala dan mendukung penuh jika ada rencana pembangunan kembali kawasan tersebut.

"Harapannya ya nanti lebih ramai lagi pengunjung selayaknya taman pada umumnya," tambahnya.

Sementara itu, penurunan jumlah pengunjung secara signifikan juga dikeluhkan oleh Amri (54), seorang juru parkir yang telah bekerja di kawasan Taman Remaja selama 10 tahun. Menurut Amri, kemunduran taman mulai terasa sejak sepuluh tahun lalu setelah fasilitas satwa ditiadakan.

"Taman mulai sepi itu sekitar 10 tahun yang lewat, sejak Taman Remaja tidak ada satwanya lagi. Jadi pengaruhnya besar sekali terhadap penghasilan," ungkap Amri.

Para pedagang di kawasan ini berharap pemerintah atau pihak pengelola dapat segera merevitalisasi dan mengembalikan fungsi Taman Remaja seperti sedia kala agar roda perekonomian pedagang sekitar dapat kembali bergairah.

Penulis:Shabrina Putri