×

Pencarian

TAMASYA dan MBG 3B Perkuat Perlindungan dan Pemenuhan Gizi Ibu dan Anak

Bengkuluikobengkulu.com,– Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) terus diperkuat. Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) telah meluncurkan program Taman Asuh Saya Anak (TAMASYA) yang dapat diintegrasikan bersama Makan Bergizi Gratis dengan sasaran ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD (MBG 3B).

 

Sinergi kedua program ini merupakan upaya memperkuat perlindungan dan pemenuhan gizi ibu dan anak yang diharapkan mampu mendukung tumbuh kembang anak secara optimal sekaligus memperkuat ketahanan keluarga.

 

Program TAMASYA yang digagas Kemendukbangga/BKKBN bertujuan memastikan anak mendapatkan pengasuhan yang aman, nyaman, dan berkualitas, khususnya bagi keluarga pekerja. Sementara itu, MBG 3B hadir untuk memenuhi kebutuhan gizi kelompok sasaran yang menjadi periode krusial dalam mencegah stunting dan membangun generasi sehat.

 

Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu, dr.H. Zamhir Setiawan, M.Epid,, mengatakan Integrasi kedua program tersebut menjadi langkah strategis dalam mendukung pembangunan keluarga dan peningkatan kualitas generasi masa depan yang disampaikan saat dialog berama sejumlah Petugas KB (PKB)/Penyuluh Lapangan KB (PLKB) di ruang pertemuan  DP2KBP3A Kabupaten Mukomuko, Selasa,(23/6/2026).

 

Dikatakan dr. Zamhir, penyatuan komponen program tersebut upaya memperkuat perlindungan dan pemenuhan gizi ibu dan anak. “Pemenuhan gizi yang baik harus berjalan beriringan dengan pengasuhan yang berkualitas. Melalui integrasi TAMASYA dan MBG 3B, anak tidak hanya memperoleh asupan gizi yang cukup, tetapi juga mendapatkan lingkungan pengasuhan yang mendukung tumbuh kembangnya secara optimal,” ujarnya.

 

“MBG 3B berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, sementara TAMASYA memastikan anak mendapatkan pengasuhan yang aman, penuh kasih sayang, dan sesuai dengan tahapan perkembangannya. Kolaborasi ini menjadi investasi penting dalam mencetak generasi yang unggul".

 

Ia mengajak seluruh PKB untuk menjadi garda terdepan dalam mengintegrasikan Program TAMASYA dengan MBG 3B bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD. Kedua program ini memiliki tujuan yang sama, yakni memastikan anak tumbuh sehat, cerdas, dan mendapatkan pengasuhan yang berkualitas sejak dini.

 

"PKB memiliki peran strategis dalam melakukan edukasi, pendampingan, dan memastikan keluarga sasaran memperoleh manfaat dari kedua program tersebut. Pemenuhan gizi yang baik harus berjalan seiring dengan pola pengasuhan yang tepat agar upaya pencegahan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia dapat berjalan optimal."

 

"Melalui integrasi TAMASYA dan MBG 3B, kita ingin menghadirkan layanan yang lebih komprehensif kepada keluarga. Anak-anak tidak hanya mendapatkan asupan gizi yang cukup, tetapi juga tumbuh dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang".

 

Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Mukomuko Bustam Bustomo, S.K.M., menyampaikan, penggerakan program Bangga Kencana di daerah itu didukung tenaga PKB/PLKB yang mencapai 41 orang yang membina masyarakat yang terdapat di 151 desa kelurahan.

 

PKB/PLKB memegang peran vital sebagai garda terdepan penggerak, fasilitator, dan pendamping keluarga. Mereka bertugas memastikan kesuksesan program prioritas seperti TAMASYA dan MBG 3B  untuk Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita non-PAUD langsung di tingkat akar rumput.

 

Bustam berharap seluruh PKB yang mencapai 41 orang  dapat memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah (desa-kecamatan), kader, pengelola satuan pelayanan, serta mitra terkait agar implementasi kedua program ini semakin efektif dan mampu menjangkau keluarga yang paling membutuhkan.(***)